Jokowi Telepon Putra Mahkota Arab Saudi: Yang Mulia MBS, Kapan Perangnya Selesai?
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi,
NASIONAL
Penulis : M. Yamin, SE, M. Si
Konflik terbuka antara Iran dan Israel yang meletus dalam beberapa pekan terakhir bukan hanya mengguncang kawasan Timur Tengah, tetapi juga menyeret dunia ke dalam pusaran ketidakpastian ekonomi global. Salah satu sektor yang paling cepat merespons adalah pasar energi, dengan lonjakan harga minyak mentah sebagai indikator utama.
Ketika roket dan drone beterbangan di langit Teluk Persia, pasar langsung bereaksi. Harga minyak mentah Brent menembus angka USD 100 per barel—angka yang terakhir terlihat selama gejolak geopolitik besar, seperti invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Kenaikan harga ini bukan semata respons emosional, tetapi sinyal konkret dari kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dunia.
Jalur Minyak Dunia dalam Bahaya
Iran adalah salah satu produsen utama minyak global, dengan cadangan terbesar keempat di dunia dan produksi lebih dari 3 juta barel per hari. Namun yang lebih krusial, hampir seperlima dari pasokan minyak global melewati Selat Hormuz—selat sempit yang berada di bawah pengaruh langsung Iran. Setiap ketegangan militer di kawasan ini berpotensi menutup jalur tersebut, atau setidaknya menghambat lalu lintas kapal tanker, yang berdampak langsung pada pasokan global.
Ketakutan pasar bukan hanya soal penurunan pasokan, tetapi juga meningkatnya risiko asuransi, biaya logistik, dan potensi sabotase yang memperparah volatilitas harga. Semua itu menciptakan efek domino ke seluruh dunia.
Tekanan Global dan Indonesia
Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa kini menghadapi tekanan inflasi baru akibat lonjakan harga energi. Upaya pemulihan ekonomi pascapandemi dan normalisasi suku bunga kembali diuji oleh ketegangan geopolitik.
Indonesia, sebagai negara net importir minyak, berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Kenaikan harga minyak akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memaksa pemerintah menambah alokasi subsidi energi atau, dalam skenario ekstrem, menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pilihan ini tentu memiliki dampak politik dan sosial yang signifikan.
Di sisi lain, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi risiko tambahan. Kebutuhan impor BBM dalam mata uang asing menyebabkan tekanan ganda terhadap defisit transaksi berjalan. Efeknya bisa menjalar ke kenaikan harga barang konsumsi, biaya transportasi, hingga pengendalian inflasi nasional.
Butuh Respons Strategis
Situasi ini menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan kebijakan jangka menengah dan panjang yang lebih tegas dalam membangun ketahanan energi nasional. Percepatan transisi ke energi terbarukan tidak bisa lagi ditunda. Pemerintah perlu mendorong investasi sektor energi alternatif, mempercepat elektrifikasi transportasi, serta membangun cadangan energi strategis sebagai tameng terhadap volatilitas global.
Di sisi diplomatik, Indonesia—sebagai negara dengan posisi netral dan punya sejarah diplomasi aktif di Timur Tengah—juga bisa memainkan peran penting mendorong deeskalasi konflik melalui forum-forum multilateral seperti OKI dan PBB. Stabilitas geopolitik adalah kepentingan global, dan Indonesia memiliki legitimasi untuk terlibat lebih proaktif.
Perang Iran–Israel telah membuktikan bahwa harga minyak bukan semata-mata masalah pasar, tetapi bagian dari dinamika kekuasaan dan geopolitik global. Dampaknya nyata dan cepat terasa di dompet rakyat, neraca perdagangan, serta stabilitas fiskal negara. Ketergantungan pada energi fosil dari kawasan konflik adalah kerentanan struktural yang harus segera diatasi melalui kebijakan energi yang tangguh dan terukur.*
Penulis Adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi,
NASIONAL
SOLO Presiden ke7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya memberikan respons terkait isu ijazah palsu yang menyeret sejumlah tokoh na
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Alva Bintara Putra Nasution (31), otak di balik penyerangan dan pembakaran dua sepeda motor polisi saat penggerebekan narkoba di B
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Iran merespons dengan keras ultimatum yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz. Tru
INTERNASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan langkah tegas dengan menarik Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Dante Rajagukguk, beser
HUKUM DAN KRIMINAL
MAGELANG Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memberikan penghargaan atas pengabdian almarhum Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwa
NASIONAL
JAKARTA Google resmi meluncurkan integrasi layanan Google Meet di Apple CarPlay, memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk tetap terhubun
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Sugiono, menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap rentetan insiden serangan
NASIONAL
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Minggu (5/4/2026), tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan per
EKONOMI
JAKARTA Pernikahan dalam ajaran Islam bukan hanya tentang ikatan cinta, tetapi juga sebuah bentuk ibadah yang mendalam. Melalui pernikahan
AGAMA