Kabupaten Simalungun Raih Juara I Stand Terbaik Nasional di PENAS XVII 2026 Gorontalo
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Pekan Nasional (PENAS) P
PEMERINTAHAN
Pertama, sentralisme Jawa dalam wacana kebangsaan pascakolonial. Pemimpin seperti Rondahaim—yang memperjuangkan kedaulatan adat berbasis kosmologi lokal, bukan nasionalisme modern—dianggap tidak sejalan dengan narasi integrasi negara kesatuan.
Kedua, warisan misionaris RMG yang memutus transmisi sejarah lisan melalui kristenisasi massif (1860–1900). Generasi terdidik sekolah misionaris hanya mengenalnya sebagai "pemberontak yang dikalahkan".
Ketiga, penghilangan bukti fisik: pusaka Kerajaan Raya seperti Pustaha Simalungun (1387) dan mahkota emas dirampas Belanda ke Tropenmuseum Amsterdam, menghapus jejak material legitimasinya.
Rehabilitasi melalui Dekolonisasi
Kongres Adat Simalungun (2022) menganugerahinya gelar Pangulu ni Partuanan (Pemimpin Kedaulatan), mengoreksi distorsi sejarah. Prasasti di Gua Siatas—tempat ia mengajar aksara Batak selama pengasingan—kini menjadi situs edukasi. Arkeolog UI (2021) menemukan residu tinta emas dari suratnya di gua tersebut, membantah mitos "primitivisme".
Dalam konteks keindonesiaan, ketokohannya sejajar dengan Sultan Hasanuddin atau Pattimura. Anthony Reid (2012) dalam The Blood of the People menegaskan: Rondahaim's resistance was a sophisticated defense of ecological sovereignty(Perlawanan Rondahaim adalah pembelaan canggih atas kedaulatan ekologis) (hlm. 207). Pengabaian terhadapnya mencerminkan kegagalan historiografi nasional mengakui keragaman model perlawanan nusantara.
Rondahaim wafat dalam pengasingan tahun 1891, tetapi sahala-nya—kekuatan spiritual kosmologi ginjang-tonga-toru—hidup melalui ritual mangalap sahala yang masih dipraktikkan di Dolok Tolong. Sekolah Adat Simalungun menjadikan surat emasnya sebagai kurikulum inti, mengajarkan bahwa perlawanan sejati bermula dari pengetahuan, aksara, dan kesadaran ekologis.
Ndang metmet sahala, molo metmet do halak
(Tak padam kekuatan, selama hidup rakyat)
—Prasasti Lobang Taneh Dolok Tolong (1887)
Mengembalikan Rondahaim ke panggung sejarah bukan sekadar koreksi masa lalu, melainkan pengakuan bahwa kedaulatan Indonesia dibangun dari beragam episentrum perlawanan—termasuk dari raja penjaga keseimbangan langit, manusia, dan bumi di Dolok Tolong.*
Penulis adalah dosen FISIP UMSU
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Pekan Nasional (PENAS) P
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mengalokasikan anggaran lebih dari Rp39 miliar untuk pembangunan ruas jalan Ujung Pa
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, SH, M.Hum, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Pengurus
NASIONAL
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar memperkuat kemitraan antara Satuan Pelayana
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platfo
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan mengungkap dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sebu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR y
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/11030 yang melarang aparatur sipil negara (ASN)
PEMERINTAHAN
PALUTA Perbaikan ruas jalan HutaimbaruSipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera U
EKONOMI
MEDAN Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Kota Tua Kesawan, Medan, Minggu (28/6/2026), berlangsung lebih semarak dari biasanya. Selain
PEMERINTAHAN