AI memang datang sebagai ancaman, tetapi juga bisa menjadi katalisator bagi Indonesia untuk akhirnya menyelesaikan masalah lama. Disrupsi ini memaksa kita untuk memilih: apakah kita akan terus berjuang di ekosistem yang rapuh, ataukah kita akan mengambil momentum ini untuk membangun fondasi yang kuat, di mana hak-hak pencipta dihormati dan kreativitas dihargai secara layak?
Jalan keluarnya adalah kolaborasi. Kita perlu bekerja sama untuk mengubah perilaku yang meremehkan karya kreatif, memperkuat hukum, dan memastikan bahwa ketika era AI benar-benar tiba, industri kreatif Indonesia sudah siap untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.*(news.detik.com)
*) Penulis adalah Guru seni di madrasah. Sedang menjalani pendidikan pascasarjana Ekonomi Islam.