KPK Ungkap “Politik Outsourcing” Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik yang disebut sebagai politik outsourcing dalam kasus yang menjerat
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh: Partaonan Harahap, ST., MT
Ketua AATT, Sekretaris LPCR-PM PWM Sumut, dan Dosen Fakultas Teknik UMSU
Pernyataan yang dikaitkan dengan Menteri Keuangan terkait guru dan dosen sebagai "beban negara" memicu gelombang reaksi luas. Apakah itu fakta atau hoaks, persoalan mendasarnya tetap: mengapa publik mudah mempercayainya?
Dalam opini kritis ini, Partaonan Harahap menilai bahwa polemik ini mencerminkan paradigma keliru dalam memandang profesi pendidik. Guru dan dosen, menurutnya, seharusnya tidak dipandang sebagai beban fiskal, melainkan sebagai investasi jangka panjang bangsa.
"Tanpa guru dan dosen, bangsa ini hanya akan menjadi pasar sekaligus buruh di panggung global," tulis Partaonan.
Bukan Beban, Melainkan Fondasi Bangsa
Dengan alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp708,2 triliun di tahun 2025—di mana lebih dari 60% dialokasikan untuk belanja pegawai (termasuk guru dan dosen)—masih ada anggapan bahwa pendidik adalah pengeluaran yang membebani negara.
Namun, logika ini dinilai cacat. Mengapa anggaran infrastruktur Rp422 triliun dianggap investasi, sedangkan gaji guru justru beban? Di sinilah ironi besar pendidikan Indonesia: guru dan dosen hanya dianggap angka, padahal mereka adalah penjaga peradaban.
Realitas Pahit di Balik Angka
Data BPS 2023 mencatat masih ada lebih dari 742 ribu guru honorer, banyak di antaranya hidup dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, jauh dari UMP rata-rata nasional. Tak sedikit guru yang menjadi ojek online, pedagang, atau buruh demi menyambung hidup.
Di sisi lain, dosen pun menghadapi tantangan yang mirip: gaji minim, dukungan riset yang lemah, dan tumpukan beban birokrasi administratif. Dengan dana riset nasional hanya sekitar 0,28% dari PDB, Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara seperti Korea Selatan atau Finlandia.
"Hoaks tidak tumbuh di tanah kosong. Ia tumbuh subur di tanah yang gembur oleh ketidakpuasan," tulis Partaonan menyoroti krisis kepercayaan terhadap negara.
Tiga Langkah Konkret Perubahan
Dalam artikelnya, Partaonan menawarkan tiga langkah penting untuk mengubah paradigma:
Tuntaskan kesejahteraan guru dan dosen — termasuk percepatan pengangkatan ASN/PPPK dan kenaikan insentif riset.
Kurangi beban birokrasi, sederhanakan sistem pelaporan dan akreditasi.
Gunakan bahasa yang membesarkan, bukan merendahkan profesi pendidik.
Belajar dari Sejarah Bangsa Maju
Partaonan mengingatkan bahwa negara seperti Jepang dan Korea Selatan menjadikan guru sebagai pilar utama kebangkitan nasional pasca krisis. Mereka diberi posisi terhormat, dan hasilnya adalah kemajuan pesat di bidang teknologi, ekonomi, dan pendidikan.
"Guru dan dosen bukan beban negara. Justru tanpa mereka, negara inilah yang akan menjadi beban bagi dirinya sendiri," pungkasnya.*
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik yang disebut sebagai politik outsourcing dalam kasus yang menjerat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyatakan telah menerima konfirmasi kehadiran dari para wakil presiden terdahulu dalam
NASIONAL
MEDAN Stadion Teladan Medan berpotensi menggelar pertandingan ASEAN U19 Boys&039 Championship 2026 (Piala AFF U19) tanpa kehadiran p
OLAHRAGA
MEDAN Pelaksanaan Piala ASEAN Football Federation (AFF) U19 2026 di Sumatera Utara dipastikan hanya menggunakan dua stadion, yakni Stad
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menunjuk perantara, calo, maupun pihak
NASIONAL
LAOS Sebanyak lima pria berhasil dievakuasi dari dalam gua yang terendam banjir di Provinsi Xaisomboun, Laos, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pro
INTERNASIONAL
BANTEN Kawasan Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di AlunAlun Kota Cilegon, Banten, dilakukan penataan ulang oleh Dinas Perumah
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, menilai pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera diseb
NASIONAL
SOLO Lagu berjudul My Little Bolu Ketan dengan potongan lirik Mas Bahlil Ganteng viral di berbagai platform media sosial. Tidak hanya di
NASIONAL
DELI SERDANG Dua tim peserta Piala AFF U19, yakni Indonesia dan Vietnam, menjalani sesi latihan di Stadion Madya Atletik Sumatera Utara,
OLAHRAGA