Prabowo: Indonesia Bergabung Board of Peace untuk Kemerdekaan Palestina
AMMAN Presiden Prabowo Subianto menegaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk me
NASIONAL
Oleh: Dahlan Iskan
SAYA yakin Dwi Sasetyaningtyas tetap cinta Indonesia –setidaknya dalam hati kecilnya. Bahkan sikapnyi yang seperti merendahkan Indonesia itu bisa jadi justru saking cintanya pada tanah kelahirannya.
Saya setuju dengan Anda: Dwi hanya kenes. Ingin top. Juga hanya karena ingin membanggakan anaknya: diterima jadi warga negara maju, Inggris. Dia terlalu bangga kepada anak. Mayoritas kita begitu. Ngaku saja.Baca Juga:
Saya sendiri mengakui itu. Termasuk bangga kepada menantu yang pilih naik sepeda 1.500 km demi sayang suami. Juga kepada cucu. Pun yang masih SMP. Apalagi ketika dia menjadi juara debat internasional di Amerika.
Bahkan ada orang tua yang sampai mengorbitkan anaknya jadi wapres.
Sikap saya soal Mbak Dwi seperti itu. Kebanggaan yang berlebih-lebih. Ingin pamer seperti yang dilakukan istri pejabat yang pamer tas Hermes mereka.
Mungkin Mbak Dwi tidak punya Hermes. Atau belum pernah naik sepeda 1.500 km. Tapi setiap orang wajib punya kebanggaan. Mungkin sudah begitu lama perjuangan ingin menjadi warga Inggris itu. Maka begitu umur si anak 18 tahun ia boleh memilih: mau jadi WNI atau WNI –yang belakang singkatan Warga Negara Inggris.
Berarti si anak lahir di Inggris. Mungkin anak itu lahir waktu Aryo Iwantoro, suami Dwi, kuliah di sana. Yakni setelah alumnus ITB itu meraih gelar doktor di Utrecht, Belanda. Sebagai bayi yang lahir di Inggris anak itu beruntung: punya hak jadi warga negara Inggris atau warga negara orang tuanya.
Sebagai orang pintar tentu mereka sudah berpikir panjang: mana yang lebih menjamin masa depan. Itu adalah hak semua orang: menentukan masa depan masing-masing.
Masalahnya dua orang itu, Aryo dan Dwi, adalah penerima beasiswa dari negara Indonesia. LPDP. Mereka terikat aturan: setelah lulus harus bagaimana.
Istri saya dulu juga penerima ikatan dinas: waktu sekolah di SPG –sekolah pendidikan guru–setingkat SMA di Samarinda. Begitu lulus dia wajib menjadi guru SD Inpres. Setidaknya selama dua tahun.
Dia dapat penempatan di SD Inpres di pedalaman Kaltim. Di desa yang semua penduduknya suku Dayak Benuaq dan Tunjung. Sebagai pacar, saya pernah menengok ke sana. Naik perahu klotok: dua hari satu malam. Menyusuri sungai Mahakam ke arah hulu.
AMMAN Presiden Prabowo Subianto menegaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk me
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) kembali menguat pada perdagangan Kamis (26/2/2026
EKONOMI
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali mengikuti sosialisasi daring terkait Peraturan Menteri Hukum (Permenkum) Nomor 4 Tahun 202
HUKUM DAN KRIMINAL
TABANAN Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali (Kanwil Kemenkum Bali) menggelar rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup),
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Bocoran terbaru soal iPhone 18 Pro kembali ramai diperbincangkan. Kali ini, fokusnya bukan pada warna baru atau material eksotis
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Penjualan 8.077 hektar lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 dalam bentuk penyertaan modal (inbreng), dilakukan Irwan Peranginangin ya
HUKUM DAN KRIMINAL
ABU DHABI Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan kenegaraannya ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk memperkuat kerja sama bilateral den
NASIONAL
MEDAN Waktu pagi hari setelah Subuh memiliki nilai keberkahan yang tinggi dalam ajaran Islam. Meski demikian, masih banyak umat Islam ya
AGAMA
Oleh Dahlan IskanSAYA yakin Dwi Sasetyaningtyas tetap cinta Indonesia setidaknya dalam hati kecilnya. Bahkan sikapnyi yang seperti meren
OPINI
JAKARTA Komitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai arus utama pembangunan nasional kembali ditegaskan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah
EKONOMI