BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Sampah: Ancaman Kesehatan atau Sumber Ekonomi yang Terabaikan

BITV Admin - Rabu, 25 Maret 2026 22:40 WIB
Sampah: Ancaman Kesehatan atau Sumber Ekonomi yang Terabaikan
Foto di ambil beberapa hari yang lalu. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: T. Jamaluddin

Peningkatan volume sampah menjadi persoalan yang hampir selalu muncul saat perayaan hari besar, termasuk Lebaran.

Di berbagai daerah di Indonesia, produksi sampah dapat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, mencakup sampah organik, anorganik, hingga plastik.

Baca Juga:

Kondisi ini kerap tidak diimbangi dengan kapasitas pengelolaan yang memadai. Keterbatasan tempat penampungan, armada pengangkut, serta sistem pengelolaan menjadi kendala utama, terutama di wilayah perkotaan dan pedesaan yang terus mengalami pertumbuhan penduduk.

Akibatnya, sampah rumah tangga sering kali menumpuk di persimpangan jalan, lahan kosong, hingga lingkungan permukiman. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi ini juga meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit menular.

Namun di balik persoalan tersebut, sampah sebenarnya menyimpan potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika dikelola dengan baik, limbah rumah tangga dapat diolah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Pengelolaan sederhana dapat dimulai dari tingkat rumah tangga, seperti memilah sampah plastik untuk didaur ulang, mengumpulkan sampah kertas dan karton, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Langkah-langkah ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.

Pendekatan berbasis keluarga dinilai penting sebagai fondasi perubahan perilaku masyarakat. Dengan pengelolaan yang konsisten, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang bernilai.

Meski demikian, upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Pemerintah daerah, khususnya di tingkat desa atau gampong, memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Sosialisasi mengenai bahaya sampah serta manfaat pengelolaannya perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan relawan lingkungan, dinas kebersihan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tanpa kesadaran kolektif, persoalan sampah akan terus berulang dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Pada akhirnya, sampah dapat menjadi dua hal yang bertolak belakang: sumber penyakit atau peluang ekonomi. Pilihan tersebut bergantung pada sejauh mana masyarakat dan pemangku kepentingan mampu mengelola dan memanfaatkannya secara bijak.*

*)Penulis adalahadalah wartawan bitvonline.com

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Korve Arahan Presiden dan Green Policing
INALUM Gelar Workshop ICMESH, Perkuat Budaya K3 dan Kepatuhan Lingkungan untuk Seluruh Kontraktor
Pemanfaatan Teknologi Nuklir dalam Upcycling Mikroplastik
Perselisihan Truk Over Kapasitas Berujung Penganiayaan, Tiga Pelaku Ditangkap
Pemdes Bogak Resmikan GERABAH, Gerobak Bank Sampah yang Hadirkan Sembako Murah untuk Warga
Kepala Divisi & Kepala Departemen CSR INALUM Kunjungi Bank Sampah Desa Bogak, Dorong Inovasi Olahan Sampah Kertas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru