Saiful Mujani Diperiksa 5 Jam, Polisi Cecar 37 Pertanyaan soal Pernyataan Gulingkan Prabowo
JAKARTA Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Saiful Mujani, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama
POLITIK
MEDAN -Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Pusat Barisan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PP BPM Sumut) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas (Palas) pada Kamis, 13 Juni 2024. Mereka menuntut klarifikasi terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi dalam pembentukan badan Ad Hock PPK dan PPS untuk Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 di Kabupaten Padang Lawas.
Dalam orasinya, Ahmad Sayuti Nasution, salah satu perwakilan mahasiswa, mengungkapkan bahwa KPU Palas yang diketuai oleh INDRA ALAMSYAH diduga melakukan pungutan liar kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-kabupaten Palas. Menurutnya, setiap anggota PPK dipungut sejumlah uang yang mencapai angka 8.000.000 hingga 10.000.000 rupiah.
Abdul Ghani Hasibuan, salah satu anggota mahasiswa lainnya, juga menambahkan bahwa Ketua KPU Padang Lawas diduga memerintahkan PPK terpilih untuk melakukan pungutan liar kepada calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Wilayah Eks Barumun Tengah dengan besaran uang berkisar antara 2.000.000 hingga 3.000.000 rupiah per orang.
Menyikapi aspirasi dari PP BPM Sumut, Syahrul Azmi Nasution selaku Kabag Perencanaan dan Data KPU Sumut, menyatakan akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Indra Alamsyah. Dia juga menegaskan bahwa KPU Sumut akan bersikap transparan dan membuka peluang bagi PP BPM Sumut untuk menghadirkan bukti dan saksi yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor KPU Sumut, PP BPM Sumut melanjutkan aksinya dengan menuju Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara. Mereka berharap untuk mendapatkan klarifikasi terkait laporan dugaan pungli KPU Palas.
Ria, salah seorang staf Penasihat Hukum di Kejati Sumut, memberikan tanggapan bahwa laporan dari PP BPM Sumut telah diterima dan sedang dalam proses penelaahan. Dia menyatakan bahwa laporan tersebut telah sampai ke meja Kepala Kejati Sumut dan langkah selanjutnya adalah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli yang terjadi di KPU Palas.
Aksi demonstrasi ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam memerangi korupsi dan memastikan proses demokrasi berjalan secara transparan dan jujur. Langkah-langkah tegas yang diambil oleh pihak berwenang, seperti KPU Sumut dan Kejati Sumut, diharapkan dapat membawa terang dalam kasus ini dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
(RAZ)
JAKARTA Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Saiful Mujani, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama
POLITIK
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan selama pelaksanaan Piala AFF U19
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi III DPR RI bersama pemerintah akan melanjutkan pembahasan Revisi UndangUndang (RUU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisia
NASIONAL
MEDAN Universitas Sumatera Utara (USU) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan banding terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal
PENDIDIKAN
MEDAN Tim Nasional Vietnam untuk sementara di babak pertama unggul 20 melawan Myanmar dalam laga Piala AFF U19 tahun 2026 di Stadion Uta
OLAHRAGA
PEMATANGSIANTAR Dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di K
PEMERINTAHAN
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan putusan bebas terhadap Askani dan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia kepada lembaga pemeringkat internasional S&P
EKONOMI