
Pengeroyokan Sadis di Penjaringan: Dua Pemuda Dikeroyok dengan Busur Panah dan Samurai
JAKARTA Dua pemuda berinisial GT (29) dan AF (25) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah orang di kawasan Penjaringan, Jakarta Ut
Hukum dan Kriminal
SEMARANG- Debat kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024 yang digelar di MAC Semarang, Kelurahan Gayamsari, Kota Semarang, berlangsung tegang dan memanas. Suasana debat semakin memanas saat pendukung pasangan calon (paslon) Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (nomor urut 1) berteriak ‘Mulyono’ ketika calon Gubernur nomor urut 02, Ahmad Luthfi, menyampaikan visi-misinya.
Teriakan tersebut memecah ketenangan debat yang seharusnya fokus pada pemaparan program dan visi para calon gubernur. Insiden ini terjadi ketika Luthfi memaparkan penggunaan produk-produk UMKM asal Salatiga dan Demak, termasuk sepatu dan baju batik yang ia kenakan. Luthfi menjelaskan bahwa komitmennya adalah mengembangkan UMKM dengan konsep “Ngopeni UMKM” yang menjadi bagian dari visi-misinya untuk mewujudkan Jawa Tengah yang maju dan berkelanjutan.
“Saya memakai baju batik hasil karya UMKM dari Salatiga dan sepatu dari Demak. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberdayakan pelaku UMKM di Jawa Tengah,” ujar Luthfi saat sesi pemaparan visi, yang disambut oleh teriakan ‘Mulyono’ dari para pendukung paslon Andika-Hendi.
Baca Juga:
Teriakan tersebut semakin kencang terdengar saat Luthfi menyebutkan nama beberapa tokoh nasional seperti Gubernur Jawa Tengah sebelumnya, Bibit Waluyo, serta Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo dan Presiden ke-8, Prabowo Subianto. Para pendukung Andika-Hendi tampaknya tidak terima dengan pernyataan tersebut, yang kemudian memicu teriakan ‘Mulyono!’ yang terus berulang.
Teriakan tersebut merujuk pada Mulyono, seorang tokoh yang diduga terkait dengan salah satu paslon yang mendukung Luthfi. Ketegangan pun tak dapat dihindari, meskipun panitia berusaha untuk menjaga agar suasana tetap kondusif dengan meminta peserta debat dan pendukung untuk tenang.
Baca Juga:
Tak hanya teriakan, beberapa pendukung paslon Andika-Hendi juga berinisiatif berdiri dan memberikan dukungan usai sesi kedua debat. Situasi ini memicu protes dari beberapa pihak, yang menginginkan debat tetap berjalan tertib dan sesuai aturan. Panitia debat pun kembali menegur peserta dan pendukung untuk menjaga ketertiban dan mematuhi prosedur yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, menanggapi dinamika tersebut dengan mengatakan bahwa meskipun teriakan dan yel-yel dalam debat adalah hal yang wajar, yang lebih penting adalah fokus pada isi debat itu sendiri, yakni visi, misi, serta program kerja dari masing-masing paslon.
“Adanya yel-yel atau dukungan dari masing-masing paslon memang wajar, namun yang harus menjadi sorotan adalah bagaimana visi-misi dan program yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah ke depan. KPU berharap debat ini bisa menambah literasi masyarakat mengenai visi masing-masing paslon,” ujar Handi di lokasi debat.
Dalam debat tersebut, Ahmad Luthfi sempat menyinggung keberlanjutan program-program Gubernur sebelumnya, termasuk program yang dijalankan oleh Bibit Waluyo, Ganjar Pranowo, serta Presiden Jokowi dan Prabowo. Luthfi menyatakan bahwa ia akan melanjutkan dan mengembangkan berbagai program yang sudah ada, dengan penekanan pada penguatan sektor ekonomi, khususnya untuk UMKM.
Namun, para pendukung Andika-Hendi tidak tinggal diam. Mereka merasa bahwa penyebutan nama-nama tokoh tersebut menciptakan kesan bahwa paslon Luthfi ingin terlalu banyak mengandalkan figur-figur lain dalam kampanyenya. Teriakan ‘Mulyono’ menjadi bentuk protes keras terhadap hal tersebut, dengan menganggap bahwa Luthfi kurang menunjukkan kemampuan atau kredibilitas pribadi dalam membawa visi Jawa Tengah ke depan.
Situasi debat yang sempat memanas ini akhirnya bisa kembali kondusif setelah teguran dari panitia. Debat dilanjutkan dengan pembahasan mengenai strategi pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang lebih konkret dari masing-masing paslon.
Meski sempat ada gangguan dalam jalannya debat, masyarakat tetap menilai bahwa acara ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai visi masing-masing paslon. KPU berharap masyarakat Jawa Tengah dapat menggunakan kesempatan ini untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan mereka, dengan fokus pada program kerja yang realistis dan berkelanjutan.
“Debat ini bukan hanya untuk para pendukung, tetapi untuk semua masyarakat Jawa Tengah. Kami berharap masyarakat semakin paham dengan program-program yang ditawarkan kedua paslon. Semoga debat ini menjadi wadah edukasi politik yang lebih baik bagi kita semua,” tutup Handi Tri Ujiono. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Dua pemuda berinisial GT (29) dan AF (25) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah orang di kawasan Penjaringan, Jakarta Ut
Hukum dan KriminalJAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan bahwa pihaknya akan segera meninjau dan mengevaluasi standar operasiona
PeristiwaSAMARINDA Sebuah mobil yang berisi empat orang menabrak 24 motor di sebuah jalan sempit di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa (22/4)
Hukum dan KriminalJAKARTA Dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan Harun Masiku, seorang staf di DP
Hukum dan KriminalBATU BARA Seorang pemotor bernama Padlan (43) warga Dusun Durian V, Desa Durian, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, meninggal dunia d
PeristiwaOKU TIMUR Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan (Sumsel) pada Kamis (24/4) siang. Seorang mahasiswa berus
Hukum dan KriminalPONTIANAK Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kota Pontianak, di mana mayat bayi lakilaki ditemukan terbungkus plastik di tempat sampah yan
Hukum dan KriminalJAKARTA Sebuah video yang menunjukkan aksi sekelompok individu mengacungkan selebaran bernada separatis di ruang sidang United Nations Perm
NasionalLABUHANBATU SELATAN Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan praktik judi online yang meres
Hukum dan KriminalLOMBOK BARAT Sebuah kasus pelecehan seksual yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini teng
Hukum dan Kriminal