JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan promosi dan paket wisata khusus untuk menyambut wisatawan China pada akhir tahun 2025.
Langkah ini diambil untuk memanfaatkan momentum geopolitik, setelah China mengalami ketegangan dengan Jepang hingga membatalkan perjalanan ke negeri sakura.
PLT Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan promosi ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kunjungan wisatawan China sekaligus mendorong pertumbuhan industri pariwisata nasional.
"Akhir tahun memang kita sudah siapkan promosi-promosi, me-boost wisatawan, dan China salah satunya. Dengan kejadian ketegangan geopolitik ini, kita berharap itu menjadi windfall positif bagi kita, sehingga mereka bisa ke Indonesia. Promosi dan paketnya sudah siap," kata Ni Made di Gedung Sapta Pesona, Jumat (21/11/2025).
Ni Made menambahkan, China masuk dalam top 15 pasar penting bagi pariwisata Indonesia. Dari Januari–September 2025, tercatat 113.000 kunjungan wisatawan China dengan pertumbuhan 9 persen.
Destinasi favorit antara lain Manado, Bali, dan Gunung Bromo di Jawa Timur, dengan minat khusus pada resort, hotel, dan wisata keluarga.
"Segmen wisatawan Tiongkok memiliki pengeluaran cukup tinggi, tercatat rata-rata Rp1.018.000 per wisatawan selama Januari–September," ujarnya.
Promosi dan paket wisata disesuaikan dengan segmen dan waktu kunjungan untuk memastikan pengalaman optimal.
Kemenpar juga menyiapkan layanan dan fasilitas di destinasi untuk memastikan kenyamanan wisatawan.
Koordinasi antara hotel, resort, dan destinasi menjadi kunci keberhasilan.
Ni Made optimistis langkah ini akan meningkatkan jumlah wisatawan China menjelang Tahun Baru dan Imlek, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata nasional.
"Dengan persiapan matang ini, kami optimistis promosi akan memberikan dampak positif bagi industri pariwisata, sekaligus memanfaatkan momentum dari situasi global," tuturnya.*