BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

Kericuhan Aksi Unjuk Rasa Sopir Truk di Jakarta Utara, Satu Demonstran Luka Akibat Pecahan Kaca Truk

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2025 15:33 WIB
Kericuhan Aksi Unjuk Rasa Sopir Truk di Jakarta Utara, Satu Demonstran Luka Akibat Pecahan Kaca Truk
Kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa sopir truk di Jalan Yos Sudarsi, tepatnya dekat Tower Pelindo, Jakarta Utara pada Selasa (11/2/2025). Insiden ini menyebabkan satu demonstran mengalami luka
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa sopir truk di Jalan Yos Sudarsi, dekat Tower Pelindo, Jakarta Utara, pada Selasa (11/2/2025). Insiden ini menyebabkan salah satu demonstran mengalami luka di bagian wajah, hingga mengeluarkan darah. Korban segera mendapat pertolongan dari rekan-rekannya yang menyiramkan air ke wajahnya. Menurut keterangan salah satu saksi, luka tersebut diduga akibat pecahan kaca truk kontainer yang dipecahkan oleh massa aksi.

"Terkena kaca sepertinya," ujar salah satu rekan korban dengan singkat.

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung kondusif menjadi tegang ketika massa aksi mulai menghadang truk yang melintas di lokasi dan merusak kendaraan tersebut dengan memecahkan kaca. Ketegangan semakin meningkat hingga akhirnya menyebabkan korban luka.

Sebelumnya, sekitar ratusan sopir truk yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir Indonesia (KB-SI) melakukan demonstrasi di depan New Priok Container Terminal One (NPCT1), Jalan Terminal Kalibaru Raya, Cilincing, Jakarta. Mereka memprotes dugaan pungutan liar (pungli) berupa biaya gate pass sebesar Rp 17.000 yang sebelumnya tidak ada.

Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menyatakan bahwa biaya tambahan tersebut sangat membebani penghasilan sopir. "Gate pass bayar Rp 17.000 setiap kali masuk," ujarnya dalam orasi. Ilhamsyah menambahkan bahwa pungutan ini membuat uang operasional sopir semakin menipis dan berdampak langsung pada ekonomi keluarga mereka. "Berantas pungli, agar uang sisa jalan kita bisa dibawa pulang untuk diberikan ke anak istri kita," tambahnya.

Aksi unjuk rasa ini memicu perhatian publik terkait maraknya pungli di pelabuhan, yang dirasakan sebagai beban tambahan bagi para sopir truk.

(km/n14)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru