BREAKING NEWS
Rabu, 01 April 2026

Mendiktisaintek Apresiasi Capaian Unhas sebagai PTNBH: Lebih Maju dari Perkiraan

Redaksi - Jumat, 14 Februari 2025 19:56 WIB
Mendiktisaintek Apresiasi Capaian Unhas sebagai PTNBH: Lebih Maju dari Perkiraan
Universitas Hasanuddin (Unhas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSAR -Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Satriyo Soemantri Brojonegoro menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mengembangkan diri sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Menurutnya, perkembangan Unhas melampaui ekspektasi dan menjadi contoh bagi PTNBH lainnya di Indonesia.

"Capaian Unhas jauh lebih maju dari yang saya perkirakan. Saya sangat terharu dan bangga atas perkembangan yang dilakukan Unhas sebagai PTNBH," ujar Satriyo dalam Pertemuan Majelis Senat Akademik PTNBH se-Indonesia yang digelar di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Jumat (14/02/2025).

Mendiktisaintek mengakui masih terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan, tetapi secara keseluruhan, Unhas mengalami perkembangan signifikan. Bahkan, Unhas menunjukkan kemajuan lebih pesat dibandingkan beberapa PTNBH yang lebih lama berdiri. Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi PTNBH lain dalam mengelola institusi dengan keterbatasan yang ada.

"PTNBH lain harus bisa mengikuti jejak Unhas dengan mencari terobosan-terobosan yang sesuai dengan kondisi masing-masing," tambahnya.

Tantangan dan Peluang Unhas sebagai PTNBH

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, memaparkan materi terkait tantangan dan peluang yang dihadapi Unhas sebagai PTNBH dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa proses transformasi Unhas menjadi PTNBH dimulai sejak 2015 dengan persiapan perubahan statuta.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi Unhas sebagai PTNBH mencakup minimnya anggaran dari pemerintah pusat, pengelolaan sumber daya secara mandiri, serta keterbatasan dalam pemanfaatan aset dan kemitraan dengan investor. Meskipun demikian, Unhas terus menunjukkan eksistensi melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi guna bersaing di tingkat internasional.

Saat ini, Unhas memiliki 83 program studi yang telah memperoleh akreditasi internasional dan terus mengoptimalkan kelas internasional. Selain itu, Unhas aktif memperluas kerja sama global dengan lebih dari 400 mitra yang tersebar di lebih dari 30 negara.

Kolaborasi Internasional dan Peran Unhas dalam Pembangunan

Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internasional, Unhas terlibat dalam berbagai konsorsium strategis, salah satunya adalah Program PAIR Sulawesi. Dalam program ini, Unhas memimpin riset kolaboratif dengan universitas ternama di Indonesia dan Australia, berfokus pada perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Prof Jamaluddin menyoroti ketimpangan pendidikan antara kawasan timur dan barat Indonesia. Data menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah di Jawa mencapai 80,5 persen, sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya 65,2 persen dan di Maluku 68,4 persen. Untuk mengatasi ketimpangan ini, Unhas berperan sebagai pusat pertumbuhan yang menghubungkan kawasan timur dengan pusat ekonomi nasional.

"Unhas hadir sebagai penyeimbang kualitas pendidikan timur dan barat, serta menjembatani akses pendidikan dan riset demi menciptakan pemerataan yang lebih baik," tegasnya.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, Unhas semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.

(at/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru