Presiden Prabowo Subianto kembali mengadakan pertemuan dengan puluhan pemimpin redaksi media massa dan tokoh senior jurnalisme di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/2/2025)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BOGOR -Presiden Prabowo Subianto kembali mengadakan pertemuan dengan puluhan pemimpin redaksi media massa dan tokoh senior jurnalisme di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/2/2025). Dalam diskusi yang berlangsung selama enam jam tersebut, Prabowo dan para pemimpin media saling bertukar pandangan mengenai isu-isu terkini dan kebijakan strategis pemerintah.
"Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan kembali bersilaturahmi dengan rekan-rekan Pimpinan Redaksi (Pimred) serta tokoh-tokoh senior media di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat," kata Prabowo dalam keterangannya. Pertemuan ini menjadi momentum penting setelah hampir 20 bulan sejak pertemuan terakhir dengan para pimpinan redaksi pada 18 Juni 2023 lalu.
Prabowo menyampaikan, bahwa dalam diskusi tersebut, media massa memegang peran yang sangat vital dalam menyampaikan informasi yang utuh dan terpercaya kepada publik. "Kami berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai isu serta kebijakan strategis, di mana media memegang peran penting sebagai ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat," ungkapnya. Ia berharap pertemuan ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan media dalam membangun bangsa.
Pemimpin Redaksi Detikcom, Alfito Deannova Gintings, berharap pertemuan ini bisa diadakan secara rutin. Menurutnya, pertemuan semacam ini penting agar media memahami alasan di balik kebijakan pemerintah sebelum dipublikasikan. "Kami berharap pertemuan ini bisa lebih sering dilakukan, terutama untuk memberikan penjelasan soal landasan filosofis dan prinsip dasar keputusan strategis yang diambil pemerintah, seperti efisiensi anggaran dan kebijakan lainnya," ujarnya.
Alfito juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara media dan pemerintah untuk mengatasi disinformasi yang berkembang di masyarakat. "Media dapat menjadi rujukan yang kredibel untuk masyarakat di tengah arus disinformasi, agar publik bisa mendapatkan informasi yang akurat dan jelas," lanjutnya.
Ketua Forum Pemred Indonesia, Retno Pinasti, juga menyampaikan bahwa komunikasi dua arah sangat penting untuk meluruskan kesalahpahaman dan memastikan informasi yang sampai ke publik tidak terdistorsi. "Komunikasi dua arah yang lancar sangat dibutuhkan agar kesalahpahaman dapat dihindari. Semoga pertemuan ini dapat menjadi langkah untuk memperbaiki dialog antara media dan pemerintah," kata Retno.
Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan media untuk menjaga keberlanjutan pembangunan bangsa, sekaligus menjawab tantangan era disinformasi.
(dc/a)
Editor
: Redaksi
Prabowo Undang Pemimpin Redaksi Media untuk Diskusi Isu Nasional di Hambalang