Ia juga menekankan bahwa pemerintah harus berupaya lebih keras untuk memenuhi harapan masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Sebagai contoh, Zulhas menjelaskan tentang program Danantara yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor dan membuka peluang bagi investasi dalam industri hilirisasi.
Zulhas juga menambahkan, meskipun fenomena ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap kondisi negara, pemerintah harus bisa merangkul warga yang merasa terpaksa ingin "kabur" dan memperbaiki diri untuk menciptakan peluang yang lebih baik.
Senada dengan Zulhas, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa tren migrasi ini bisa dianggap positif, asalkan individu yang terlibat meningkatkan keterampilan dan kemampuannya. Ia juga menekankan pentingnya kualitas pekerja migran Indonesia agar dapat bersaing dan mendapatkan penghasilan yang layak di luar negeri.
Sementara itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, terdapat 272.164 pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Mayoritas mereka bekerja di sektor informal, dengan sebagian besar di antaranya adalah pekerja migran perempuan.