Wagubsu Surya menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Provinsi Sumut yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut di Aula Inna Hotel Grand Inna, Jl. Balai Kota, Medan, Rabu (14/5/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan stakeholder strategis, untuk berkolaborasi dalam menangani persoalan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Sumut.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumut Surya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Penanganan Jalan dan Jembatan di Hotel Grand Inna, Medan, Rabu (14/5/2025).
Menurut Surya, penanganan jalan provinsi menjadi tantangan tersendiri karena faktor panjang jalan yang mencapai 3.005,65 km serta lanskap wilayah yang beragam.
Berdasarkan data, 56% jalan provinsi dalam kondisi baik, sementara 17% tergolong rusak berat.
"Di sinilah pentingnya koordinasi, sinergi, dan inovasi antara seluruh pemangku kepentingan," ujar Surya.
Ia juga menekankan pentingnya menyusun skala prioritas yang tepat serta memaksimalkan berbagai alternatif pendanaan, seperti KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), dana CSR, dan dukungan mitra strategis lainnya.
Surya menyampaikan bahwa Gubernur Sumut Bobby Nasution menempatkan infrastruktur sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Keberadaan jalan dan jembatan yang memadai akan memperlancar distribusi barang dan jasa, meningkatkan konektivitas wilayah, serta memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan.
"Infrastruktur juga penting untuk pengembangan wilayah tertinggal dan terisolir," tambah Surya.
Senada dengan Wagub, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut, Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja, menegaskan bahwa penanganan jalan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.
Ia mendorong kolaborasi aktif dengan sektor swasta dan perusahaan yang beroperasi di Sumut.
"Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha menjadi kunci untuk mewujudkan konektivitas yang merata dan aman," tegas Stanley.