Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDUNG BARAT - Kepala
Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan peninjauan langsung terhadap korban keracunan makanan dari program
Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di GOR Kecamatan
Cipongkor, Kabupaten
Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (23/9).
Sebanyak 352 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di kecamatan tersebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Menyikapi hal ini, Dadan mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (
SPPG) yang memproduksi MBG di wilayah tersebut."Saya sudah meninjau
SPPG-nya. Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran, kemudian harus jadi perbaikan menyeluruh ya di
SPPG tersebut. Saya sudah minta untuk stop sementara," ujar Dadan saat ditemui di lokasi.
Baca Juga:
Penyebab Keracunan, Pola Produksi Dapur SPPG Jadi SorotanDadan menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pola produksi dapur
SPPG di seluruh wilayah, terutama pada dapur yang baru beroperasi. Ia menginstruksikan agar produksi makanan dimulai dari jumlah kecil terlebih dahulu.
"Untuk awal-awal, baiknya 2 sekolah dulu, 3 sekolah dulu, sampai terbiasa seperti itu. Sepertinya
SPPG di Cipari ini berusaha memproduksi dalam jumlah besar sejak awal, dan itu menjadi kesalahan teknis," tambah Dadan.
Proses Makanan Tidak Boleh Lebih dari 4 Jam
Kepala BGN juga menegaskan bahwa pengolahan makanan untuk program MBG harus dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 4 hingga 5 jam agar kualitas dan kebersihan makanan tetap terjaga. Sampai saat ini belum diketahui apakah makanan MBG di
Cipongkor diproses lebih dari waktu yang direkomendasikan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.