BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

BGN: 80% Dapur MBG Langgar SOP, Picu Keracunan Massal Siswa

Abyadi Siregar - Rabu, 24 September 2025 20:47 WIB
BGN: 80% Dapur MBG Langgar SOP, Picu Keracunan Massal Siswa
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang (foto : tirto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali disorot tajam. Kali ini, sorotan muncul usai kasus keracunan massal terjadi di sejumlah daerah seperti Bandung Barat, Garut, hingga Banggai, yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gejala keracunan makanan.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama insiden ini adalah lemahnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai produsen makanan MBG.

"Banyak faktor, tetapi 80 persen dari investigasi kami karena tidak menjalankan SOP waktu memasak," ujar Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, saat dihubungi, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga:
Nanik menjelaskan, masalah terbesar terletak pada rentang waktu antara makanan selesai dimasak dan waktu konsumsi oleh siswa yang terlalu lama. Idealnya, makanan dikonsumsi kurang dari 6 jam setelah proses memasak selesai. Namun di beberapa lokasi, jeda waktu itu jauh lebih lama sehingga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan kerusakan makanan.

"Jadi rentang waktu bahan makanan selesai dimasak sampai dikonsumsi lebih dari 6 jam," tambah Nanik.

Sebelumnya, polisi juga telah melakukan penyegelan rumah produksi makanan (SPPG) di Banggai Kepulauan, sebagai langkah investigasi atas keracunan siswa yang mengikuti program MBG.

BGN menegaskan pentingnya monitoring yang lebih ketat terhadap dapur-dapur penyedia makanan MBG, termasuk penegakan disiplin SOP, pengawasan waktu penyajian, dan kualitas pengemasan makanan agar tetap aman hingga sampai ke tangan siswa.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru