BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Digenjot, Pemprov Perkuat Sinergi Dunia Usaha Lewat Coffee Morning di Nestlé Panjang

Ahmad Yani Setiawan - Kamis, 29 Januari 2026 07:34 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Digenjot, Pemprov Perkuat Sinergi Dunia Usaha Lewat Coffee Morning di Nestlé Panjang
Pemerintah Provinsi Lampung menggelar coffee morning bersama pimpinan dunia usaha di PT Nestlé Indonesia Panjang Factory, Kamis, 29 Januari 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDAR LAMPUNGPemerintah Provinsi Lampung menggelar coffee morning bersama pimpinan dunia usaha di PT Nestlé Indonesia Panjang Factory, Kamis, 29 Januari 2026, sebagai upaya memperkuat sinergi dan membuka ruang dialog langsung untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang memasuki episode ketiga ini dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, pimpinan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Lampung, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Sejumlah pimpinan perusahaan strategis yang beroperasi di Lampung juga turut hadir.

Baca Juga:

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha yang dinilai berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan ekonomi Lampung, baik melalui investasi, kemitraan, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia menyebut kolaborasi yang terbangun sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan di masa mendatang.

"Ini adalah bentuk penghargaan kami kepada mitra-mitra usaha yang selama ini membantu pemerintah daerah menumbuhkan ekonomi Lampung, baik melalui program pemerintah maupun inisiatif langsung di masyarakat," ujar Mirza dalam paparannya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung hingga 2029 mengusung visi "Lampung Maju Menuju Indonesia Emas" dengan tiga fokus utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penguatan sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Gubernur mengakui, selama ini ekosistem ekonomi Lampung masih berjalan secara terpisah antara sektor pertanian, industri, dan dunia usaha.

Kondisi tersebut dinilai membuat pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif dan belum memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat.

"Ketika ekosistem ekonomi dirajut dengan baik dan inklusif, dorongan pertumbuhan akan jauh lebih besar. Daerah yang mampu melakukan itu terbukti lebih cepat maju dan berdaya saing," kata Mirza.

Melalui forum coffee morning ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap tercipta keselarasan kebijakan dan kolaborasi konkret antara pemerintah dan pelaku usaha guna memperkuat struktur ekonomi daerah.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Festival Lampung Kuliner 2026 Padukan Wisata Rasa dan Pelestarian Budaya, Hadirkan Kuda Kepang!
Pengeroyokan Anak Disabilitas di Pematangsiantar: Kuasa Hukum Kecewa Respons Pemerintah dan Polisi
Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Kementerian Imigrasi Gelar Baksos dan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Langkat
PHI Peringati Usia 10 Tahun, Capai Kinerja Positif di Bidang Produksi Migas, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja
IHSG Anjlok 7,35%, Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Pasar Saham Pulih Minggu Depan
Kolaborasi TNI, Pemda, dan Masyarakat: Kodim 0502/JU Tangani Darurat Sampah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru