MEDAN – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan gerakan "Gentengisasi" sebagai langkah memperindah Indonesia, menggantikan atap seng yang sering membuat ruangan panas dan mudah berkarat dengan genteng berbahan tanah.
"Kalau untuk estetika kita sangat setuju, karena genteng itu kita lihat, apalagi di daerah yang intensitas panasnya tinggi atau daerah pesisir, gampang karatan," kata Bobby di Kantor Gubsu, Jumat (6/2/2026).
Namun, ia menekankan bahwa implementasi teknis masih menunggu arahan pusat terkait ketersediaan genteng di Sumatera Utara.
Prabowo menjelaskan bahwa atap seng kini masih banyak digunakan di rumah-rumah Indonesia, padahal bahan tersebut membuat ruangan terasa panas.
Ia membandingkan dengan masa lalu, ketika masyarakat menggunakan atap dari ijuk atau sirap yang lebih sejuk.
"Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur beberapa zat limbah, bisa ringan dan kuat. Saya dapat laporan dari profesor-profesor, limbah dari batu bara bisa dicampur dengan tanah menjadi bahan genteng yang baik," ujar Presiden saat Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Senin (2/2).
Selain meningkatkan estetika, Prabowo menekankan aspek simbolik gerakan ini.
Menurutnya, atap seng berkarat merupakan lambang degenerasi dan tidak layak menjadi pemandangan bagi wisatawan.
Untuk mendukung program ini, pemerintah akan melengkapi Koperasi Merah Putih dengan pabrik genteng.
Bobby Nasution menambahkan bahwa Pemprov Sumut siap mendukung gerakan ini, namun menunggu petunjuk teknis terkait distribusi dan produksi genteng di wilayahnya.
"Ya, untuk teknisnya kita masih menunggu, karena kalau langsung dilakukan tentu terkait ketersediaan genteng," jelasnya.