Program ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang bulan puasa dan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah.
Pasar Murah dijadwalkan berlangsung 14–16 Februari 2026 di 69 titik lokasi, dengan subsidi signifikan dari pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
1. Beras premium: subsidi Rp 5.000/Kg, total kuota 414 ton 2. Gula pasir: subsidi Rp 6.000/Kg, total kuota 69 ton 3. Minyak goreng kemasan: subsidi Rp 6.000/Kg, total kuota 69 ton 4. Telur ayam: subsidi Rp 15.000/papan, total kuota 34.500 papan
Gubernur Muzakir Manaf menegaskan pentingnya distribusi tepat sasaran dan transparansi.
"Kami ingin masyarakat menyambut bulan suci dengan hati tenang. Jangan ada yang kesulitan mendapatkan bahan pokok karena harga melambung. Pasar Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk melayani rakyat," ujarnya.
Instruksi khusus juga diberikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh untuk mengawal pendistribusian, memastikan stok tersedia tepat waktu, dan kualitas barang tetap terjaga.
Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan, agar stabilitas harga dan distribusi dapat terjaga hingga Idul Fitri.
Program ini diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Aceh pasca bencana.*
(dh)
Editor
: Dharma
Menjelang Ramadhan 1447 H, Gubernur Aceh Instruksikan Pasar Murah Serentak di 23 Kabupaten/Kota