Keduanya belum genap setahun menjabat. Fitra dilantik pada Agustus 2025, sementara Hendra menyusul sepekan kemudian.
Menanggapi mundurnya dua pejabat tersebut, Bobby mengaku tidak mempermasalahkan keputusan pribadi itu.
Namun ia menyatakan kecewa terhadap capaian kerja yang dinilainya tidak maksimal.
"Kalau kinerjanya tidak maksimal, itu yang saya kecewa. Bukan soal mundurnya, tapi hasil kerjanya," ujar Bobby kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurut Bobby, evaluasi internal pemerintah provinsi menunjukkan peringkat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menyebut dua dinas yang ditinggalkan tersebut berada dalam kategori dengan penilaian terendah.
"Kalau dibuka penilaiannya, ada ranking—yang baik, biasa, dan buruk. Setahu saya, dua ini termasuk yang buruk," katanya.
Sebelumnya, Fitra Kurnia disebut mengundurkan diri dengan alasan ingin fokus merawat keluarga.
Adapun Hendra Darmawan menyampaikan bahwa ia merasa kinerjanya kurang maksimal. Bobby meminta wartawan menanyakan langsung alasan detail pengunduran diri tersebut kepada yang bersangkutan.