Sekda Binjai, Chairin F. Simanjuntak, mewakili Wali Kota Binjai, hadir dalam Muzakarah Khusus Ramadan 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh DP MUI Kota Binjai, Minggu (15/03). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DP MUIKota Binjai ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kelurahan dan instansi di kota tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DP MUI Kota Binjai, H. Rizaldi Nasution, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan muzakarah kali ini merupakan yang terakhir sepanjang Ramadan tahun ini.
Ia berharap, meskipun Ramadan akan berakhir, semangat jamaah untuk terus mengikuti kegiatan keagamaan dan muzakarah tetap terjaga sepanjang tahun.
"Kami berharap kepada Bapak dan Ibu jamaah sekalian, jangan sampai habis Ramadan habis pula semangatnya untuk mengikuti kegiatan muzakarah. Insya Allah, dengan doa dan dukungan semua pihak, MUI akan terus melaksanakan kegiatan ini karena banyak sekali manfaat dan kebaikannya," ujar Rizaldi.
Rizaldi juga menekankan pentingnya silaturahmi antarjamaah dari berbagai kelurahan dan instansi yang berkumpul di acara tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana untuk menambah ilmu, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar sesama umat Islam.
"Biasanya jamaah berkumpul di masjid masing-masing, namun melalui kegiatan ini kita dapat berkumpul bersama, duduk berdampingan, serta mendengarkan kajian. Ini merupakan nikmat yang luar biasa dan dapat diibaratkan sebagai 'Raudhah', taman-taman surga," tambahnya.
Dalam ceramah yang disampaikan oleh Al-Ustaz Prof. Dr. H. Syukri Albani Nasution, M.A., fokus utama adalah tentang makna keikhlasan dalam beramal.
Ia menjelaskan perbedaan antara istilah mukhlisin dan mukhlasin dalam konteks keikhlasan beramal. Menurutnya, mukhlisin adalah orang yang sedang berusaha untuk ikhlas, di mana keikhlasan tersebut masih bersifat eksternal dan bisa berubah-ubah.
Sedangkan mukhlasin adalah orang yang keikhlasannya telah diterima dan diridai oleh Allah SWT, sehingga menjadi bagian yang menyatu dalam dirinya.
"Keikhlasan beramal adalah suatu proses yang harus terus dijaga, dan orang yang mencapai level mukhlasin adalah mereka yang amal ibadahnya diterima dan selalu dalam lindungan Allah," ujar Al-Ustaz Syukri.