"Audiens digital saat ini cenderung menyukai komunikasi yang autentik, tidak kaku, dan langsung ke inti persoalan," ujarnya.
Lebih lanjut, Anthony menilai pola komunikasi terbuka tersebut tidak hanya berdampak pada publik, tetapi juga pada efektivitas komunikasi internal pemerintahan.
Kejelasan pesan disebut dapat memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga.
"Dalam perspektif komunikasi organisasi, transparansi dan kejelasan pesan merupakan fondasi koordinasi yang efektif," kata dia.
Ia menambahkan, gaya komunikasi seperti itu merupakan bagian dari transformasi komunikasipemerintah menuju model yang lebih modern, interaktif, dan dekat dengan masyarakat.*