Lima Hari Dicari, Pemancing Hanyut di Sungai Batang Toru Ditemukan Tewas
TAPANULI UTARA Seorang pemancing bernama Abdul Batoran Sihombing (53) yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Toru, Desa Hutapea, Kecama
PERISTIWA
JAKARTA – Netra Bakti Indonesia (NBI) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program paling mulia dan berpotensi menjadi program "raksasa" nasional apabila tata kelolanya dibenahi secara serius.
Ketua Umum NBI Khalilur Abdullah Sahlawiy menyatakan pihaknya mendukung penuh program prioritas pemerintah tersebut karena dinilai sejalan dengan amanat konstitusi dan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi anak sekolah.
"Namun dukungan tersebut bukan berarti membiarkan penyimpangan. Justru karena mendukung Presiden, kami merasa wajib menyampaikan kritik agar MBG diselamatkan sebelum kepercayaan publik terkikis," kata Khalilur dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).Baca Juga:
Menurut NBI, MBG hanya akan menjadi program besar dan berhasil apabila dilakukan pembenahan mendasar pada tiga aspek utama, yakni tata kelola anggaran, pengelolaan dapur, dan sistem pengawasan.
Khalilur menilai, persoalan utama program bukan terletak pada konsep, melainkan pada rantai pelaksanaan yang terlalu panjang sehingga membuka ruang terjadinya inefisiensi hingga potensi penyimpangan.
Ia menegaskan, program MBG seharusnya menjadi bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, terutama dari keluarga kurang mampu.
"MBG pasti dicintai rakyat jika tidak dijadikan proyek 'bancakan'. Program ini akan menjadi warisan besar Presiden jika anggaran benar-benar sampai ke piring anak-anak," ujarnya.
NBI juga mendorong agar pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga yang dinilai berorientasi bisnis dalam pelaksanaan program. Menurutnya, negara perlu memperkuat peran langsung melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, NBI mengusulkan agar pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibuat lebih dekat dengan lingkungan sekolah, termasuk dengan melibatkan guru, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat pengawasan.
"Semakin dekat pengelolaan dengan sekolah, semakin kuat kontrolnya, dan semakin kecil potensi penyimpangan," katanya.
NBI juga mendorong adanya proyek percontohan di tingkat daerah untuk menguji model pengelolaan MBG berbasis sekolah sebelum diterapkan secara nasional.*
(an/dh)
TAPANULI UTARA Seorang pemancing bernama Abdul Batoran Sihombing (53) yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Toru, Desa Hutapea, Kecama
PERISTIWA
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan layanan telekomunikasi di wilayah
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mulai memasuki fase baru. Setelah mele
NASIONAL
MOROWALI PT International Green Industrial Park (IGIP) menyalurkan bantuan hewan kurban berupa lima ekor sapi kepada masyarakat di wilay
EKONOMI
SURABAYA Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (IKA FEB UNESA) bersama Badan Eksekutif Mahasi
PENDIDIKAN
MEDAN Partai Gerindra menegaskan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara luar negeri bukan merupakan bentuk pemborosan an
NASIONAL
PARIS Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026) sore waktu setempat. Kedatangan Prabowo mena
INTERNASIONAL
ASAHAN Kecelakaan lalu lintas disertai tabrak lari terjadi di kawasan Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, tepatnya di Simpang RGM Titi M
PERISTIWA
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengaku prihatin atas kasus gagalnya keberangkatan 1.260 calon jemaah umrah yang meng
NASIONAL
JAKARTA Relawan Pro Jokowi (Projo) menegaskan bahwa rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Indonesia mulai
POLITIK