JAKARTA -Pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming diwarnai sorakan ‘huuu’ yang mencuat saat kamera sidang mengarah ke keluarga Presiden sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi). Sorakan tersebut datang dari kelompok politik yang merasa bersaing dengan keluarga Jokowi. Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Habiburokhman, menjelaskan asal-usul sorakan tersebut.
“Saya ada di ruangan tersebut, yang meneriaki ‘huuu’ hanya dari partai yang merasa rival politik keluarga Pak Jokowi. Itu hal biasa saja, ada perbedaan politik yang belum selesai,” ungkap Habiburokhman saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2024). Dia menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar.
Habiburokhman juga menekankan pentingnya proses rekonsiliasi dalam politik. Dia meyakini bahwa semua pihak pada akhirnya akan fokus menata masa depan bangsa. “Rekonsiliasi kita jalani saja secara alami, lambat laun juga para pihak akan move on,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan harapan akan stabilitas politik setelah periode pemilihan yang ketat.
Meskipun sorakan tersebut mencuri perhatian, Habiburokhman juga menegaskan adanya penghargaan dari anggota MPR terhadap Jokowi. “Di sisi lain, banyak juga anggota MPR yang meneriakkan yel-yel terima kasih Bapak Jokowi,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa meski ada rivalitas politik, masih ada rasa hormat dan apresiasi terhadap kepemimpinan sebelumnya.
Pelantikan yang berlangsung dengan ketegangan tersebut mencerminkan situasi politik Indonesia yang dinamis. Ke depan, Prabowo dan Gibran diharapkan dapat menjalankan pemerintahan dengan baik dan fokus pada pembangunan, serta mengedepankan rekonsiliasi untuk meminimalisir perpecahan di antara para pendukung mereka.
Dengan adanya dinamika seperti ini, tantangan besar menanti pemerintahan baru untuk mengelola perbedaan dan membangun sinergi antara berbagai pihak demi kemajuan Indonesia.
(N/014)
Habiburokhman Tanggapi Sorakan ‘Huuu’ Yang Warnai Pelantikan Presiden