KPK Kejar Jejak Suap Ijon Proyek Rp980 Juta, 8 Saksi Diperiksa dan 3 Lokasi Digeledah
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi untuk mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi berup
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Melalui kegiatan Sapa Warga yang digelar di Jalan Durung, Kelurahan Sidorejo, Rico Waas mendengarkan langsung berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Dalam suasana santai dan terbuka, warga menyampaikan sejumlah persoalan di lingkungan mereka.Baca Juga:
Keluhan tersebut mencakup drainase, kondisi jalan, lampu penerangan, pengangkutan sampah, keamanan lingkungan, administrasi kependudukan, hingga bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Medan Citra Effendi Capah, Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi, Kasatpol PP Muhammad Yunus, Kepala Dinas Perhubungan Irsan Idris Nasution, dan Camat Medan Tembung M. Idris.
Nova, warga Jalan Taduan Gang Buntu, menyampaikan kondisi drainase di wilayahnya yang telah dibangun sekitar 40 tahun lalu dan belum pernah diperbaiki.
Menurut dia, ukuran drainase yang kecil membuat air mudah meluap ketika hujan dan menggenangi permukiman warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Rico Waas memastikan perbaikan drainase akan direalisasikan tahun ini.
Keluhan serupa disampaikan Benhard, warga Jalan Taduan.
Ia meminta perhatian pemerintah terhadap pengaspalan jalan, lampu penerangan, drainase, serta pengaktifan kembali poskamling.
Rico Waas kemudian meminta Camat Medan Tembung dan Kepala Dinas SDABMBK mengecek kondisi drainase serta jalan.
Ia juga meminta perbaikan lampu penerangan di Jalan Taduan dan Jalan Taut.
Rico mengingatkan masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut dia, drainase yang tersumbat sampah dapat menyebabkan air meluap dan menimbulkan genangan.
Ia juga menargetkan poskamling kembali aktif.
Pemerintah kota, kata dia, akan mendorong penambahan anggaran tahun depan untuk membantu penyediaan peralatan poskamling.
Dalam kegiatan tersebut, Musa Simanjorang menyampaikan persoalan pelayanan administrasi kependudukan.
Menjawab aspirasi itu, Rico Waas menjelaskan bahwa pengurusan KTP dan kartu keluarga kini sudah dapat dilakukan di kecamatan.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu berulang kali datang ke kantor Disdukcapil.
Sementara itu, Gomgom Sinaga, warga Jalan Rela, meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan, drainase, lampu penerangan, serta bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Rico memastikan Jalan Rela dan Jalan Keruntung akan dikerjakan tahun ini, termasuk pengaspalan dan pelebaran jalan. Lampu penerangan jalan juga akan dibenahi.
Untuk usulan bantuan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas, Rico meminta Dinas Sosial melakukan pengecekan.
Dalam persoalan layanan kesehatan, Rico mengingatkan masyarakat dapat menggunakan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan sesuai program yang berlaku.
Ia juga menyampaikan Pemko Medan akan menggelar Gerakan Pangan Murah di 268 titik.
Program tersebut ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mengantisipasi inflasi.
Niko Nadeak menyampaikan persoalan penyempitan jalan di kawasan Sering akibat bangunan yang menjorok ke badan jalan.
Ia juga mengeluhkan drainase Gang Sado yang belum tersambung.
Rico Waas meminta Kepala Dinas SDABMBK bersama lurah segera mengecek persoalan tersebut.
Clara, warga Gang Sado, menyampaikan kebutuhan tambahan ruang sekolah serta bantuan bagi gereja HKBP di Jalan Taduan.
Menanggapi aspirasi itu, Rico meminta pihak sekolah dan rumah ibadah yang membutuhkan bantuan mengajukan proposal agar dapat diproses sesuai ketentuan.
Sementara itu, H. Simanjuntak mengeluhkan drainase yang macet di Jalan Taut. Ia juga menyampaikan keterbatasan armada pengangkut sampah.
Rico Waas memastikan armada pengangkut sampah akan ditambah hingga 30 truk.
Ia meminta masyarakat ikut mengawasi pelayanan pengangkutan sampah di lapangan.
Menutup kegiatan Sapa Warga, Rico Waas meminta camat, lurah, dan kepala lingkungan menjadi pengayom masyarakat yang cepat merespons persoalan warga.
Ia juga mengajak masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung agar pemerintah dapat segera menindaklanjutinya.
"Camat, lurah, kepling harus cepat. Masalah apa pun cepat tanggap. Kalau ada masalah, laporkan. Masyarakat juga sampaikan secara langsung," pesannya.
Rico menegaskan Pemko Medan akan terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Pemerintah, kata dia, akan memperbaiki berbagai hal yang masih menjadi kekurangan secara bersama-sama.
Menurut Rico, Sapa Warga menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
"Yang masih kurang, mari kita perbaiki bersama. Ini malam minggu yang hangat. Malam mingguan bersama warga Medan Tembung. Setiap aspirasi yang disampaikan, kita tindak lanjuti," pungkasnya.* (ad)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi untuk mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi berup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Gerindra menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Indonesia Political Opinion (I
POLITIK
JAKARTA Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. Skuad Garuda hanya mampu finis di pering
OLAHRAGA
JAKARTA Bank Indonesia kembali membuka kesempatan kerja melalui Seleksi Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM) Angka
NASIONAL
JAKARTA Memilih laptop gaming dengan harga sekitar Rp10 juta hingga Rp15 jutaan kini semakin menarik. Di kelas harga tersebut, konsumen su
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
MEDAN Perempuan berinisial WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemeri
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA