Namanya Dikaitkan dalam Dugaan Korupsi BGN, Dek Gam: Untuk Apa Saya Urus Dapur MBG?
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengungkapkan pandangannya mengenai Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus), sebuah wacana koalisi besar yang tengah ramai diperbincangkan. Dalam sesi wawancara di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (6/8), Cak Imin menunjukkan sikap santai dan cenderung acuh tak acuh terhadap koalisi tersebut.
“Naah, sampai hari ini saya enggak ngerti KIM Plus itu apa,” ujar Cak Imin dengan nada bercanda. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa PKB belum memberikan perhatian khusus atau mempertimbangkan secara serius tentang kemungkinan bergabung dengan KIM Plus.
Cak Imin menambahkan bahwa dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang, fokus utama tidak perlu terikat pada formasi koalisi yang ada pada Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya. Menurutnya, setiap daerah memiliki dinamika dan strategi politik yang berbeda-beda. “Kalau sudah pilkada ya sudah semua pihak sama, tidak ada KIM, tidak ada Jong Un, tidak ada Kimchi, nggak ada,” candanya lagi, menunjukkan bahwa bagi PKB, koalisi di Pilkada lebih fleksibel dan tidak terikat oleh koalisi di Pilpres.
Ia menggarisbawahi bahwa dalam Pilkada, partai-partai dapat bekerja sama berdasarkan kesesuaian dan kebutuhan di masing-masing daerah. “Pokoknya bagi kami, pilkada itu semua partai sama, ada yang cocok dalam perkembangannya, itulah kita bareng,” jelasnya. Cak Imin juga menegaskan bahwa dia tidak terlibat langsung dalam detail teknis mengenai pembentukan koalisi Pilkada, dan hal tersebut akan ditangani oleh desk Pilkada partai.
Wacana mengenai KIM Plus pertama kali diembuskan oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dasco, KIM Plus merupakan pengembangan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sebelumnya telah ada. Dasco menyebutkan bahwa KIM Plus akan menerima beberapa partai baru dan mengubah nama koalisi tersebut, tetapi belum mengungkapkan partai-partai apa saja yang akan bergabung.
Dengan adanya pernyataan dari Cak Imin yang santai dan cenderung tidak mempedulikan wacana KIM Plus, tampaknya PKB akan lebih fokus pada strategi dan aliansi yang relevan untuk Pilkada, ketimbang terikat pada formasi koalisi besar yang belum jelas bentuk dan isinya.
(N/014)
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam rangka mempelajari penerapan inovasi teknologi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencapai kesepakatan untuk merevisi Plan of Developm
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kunjungan kerja da
PEMERINTAHAN