8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA - Antusiasme masyarakat terhadap pembukaan formasi CPNS 2026 diprediksi sangat tinggi, dengan sekitar 400.000 formasi baru disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan ASN di berbagai sektor.
Namun, sebuah unggahan TikTok dari akun @adeba.official menyarankan peserta agar tidak memilih SKB non-CAT. "Sekadar saran buat pejuang CPNS 2026, jangan ambil non-CAT sumpah jangan," tulis akun tersebut.
Pernyataan ini mendapat respons beragam dari warganet. Banyak yang trauma dengan pengalaman SKB non-CAT pada seleksi CPNS sebelumnya, karena dinilai kurang transparan dibanding SKB berbasis CAT (Computer Assisted Test).Baca Juga:
Apa itu SKB Non-CAT?
Seleksi CPNS terdiri dari SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). SKB bisa dilakukan dengan CAT atau non-CAT:
SKB CAT:
Tes berbasis komputer milik BKN.
Semua jawaban terekam digital, transparan, objektif, dan hasil langsung muncul.
Kurang mampu menguji keterampilan praktik.
SKB Non-CAT:
Penilaian manual atau semi-digital, bisa berupa wawancara, tes praktik, presentasi, atau portofolio.
Cocok untuk menilai keahlian teknis, tapi rawan subjektivitas dan potensi intervensi pihak luar.Menurut Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024, instansi yang menggunakan non-CAT wajib menyusun pedoman teknis lengkap agar proses lebih terstandarisasi dan akuntabel.
Mengapa Disarankan Tak Memilih Non-CAT?
Meski non-CAT bisa menilai keahlian teknis, pengalaman peserta sebelumnya menunjukkan risiko subjektivitas tinggi dan transparansi sering dipertanyakan. Sebaliknya, CAT terbukti lebih objektif, nilai tercatat di pusat, dan minim manipulasi.Dengan sistem CAT yang diterapkan sejak CPNS 2013, peserta dapat langsung memantau hasil seleksi, sehingga peluang KKN bisa diminimalisir.*
(ber/dv20)
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA Layanan media sosial milik Meta, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dilaporkan mengalami gangguan pada Jumat malam (12/6/202
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menelusuri klaim mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut adany
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan sepeda motor listrik untuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Ju
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman dan mencukupi untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perj
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Pengawas Perum Bulog, Frans B. M. Dabukke, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Pangan (Banpang) di Sumatera Utara un
EKONOMI
JAKARTA Layanan media sosial Facebook dan Messenger dilaporkan mengalami gangguan massal di berbagai negara pada Jumat, 12 Juni 2026. Gang
SAINS DAN TEKNOLOGI
BALI Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner resmi melepas masa lajang setelah melangsungkan akad nikah dengan selebritas Jennifer Coppen, J
ENTERTAINMENT
JAKARTA Polda Metro Jaya menjelaskan alasan tidak diperbolehkannya massa mahasiswa menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta P
PERISTIWA