Tiga pimpinan perguruan tinggi Islam dari Sumatera Utara melakukan audiensi penting ke Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pertemuan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan strategis yang selama ini menghambat proses pendidikan di kampus masing-masing.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Rektor IAIDU Asahan Kisaran, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H, Rektor IJM Langkat Dr. Muhammad Saleh, S.H.I., M.A, serta Ketua STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I.
Dalam paparannya, Rektor IAIDU Asahan menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini menghambat kinerja kampus, terutama terkait pengurusan KIP Kuliah serta keterlambatan fasilitas sarana pendidikan.
Ia menegaskan bahwa ketepatan informasi dan kecepatan pelayanan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar mahasiswa tidak dirugikan.
Sementara itu, Rektor IJM Langkat Dr. Muhammad Saleh menyoroti kerusakan sarana kampus akibat banjir yang terjadi di beberapa titik wilayah kampus.
Ia mempertanyakan pola penanganan serta peluang bantuan yang dapat diberikan Kemenag guna mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan.
Dari sisi pemerataan akses pendidikan, Ketua STIT Al-Ittihadiyah Labura Dr. Mursal Aziz mengemukakan keluhannya terkait ketidakmerataan penerimaan KIP Kuliah, di mana kampusnya belum pernah mendapat kuota.
Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi agar kesempatan pendidikan tetap setara bagi semua mahasiswa.
Menanggapi aspirasi pimpinan kampus, pihak Kementerian Agama memberikan sejumlah solusi teknis dan memastikan tersedia jalur koordinasi langsung melalui pejabat terkait apabila terjadi keterlambatan atau kendala dalam proses administrasi dan pelayanan ke depan.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi Islam, memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, serta memastikan keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan mutu dan akses pendidikan bagi seluruh mahasiswa di Indonesia.*