BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Enam SD di Tapanuli Utara Dilebur Jadi Tiga Sekolah, Ini Alasannya!

Adam - Rabu, 28 Januari 2026 12:41 WIB
Enam SD di Tapanuli Utara Dilebur Jadi Tiga Sekolah, Ini Alasannya!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPUT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara melebur enam sekolah dasar (SD) menjadi tiga sekolah sebagai bagian dari kebijakan efisiensi dan peningkatan efektivitas layanan pendidikan.

Kebijakan tersebut diterapkan di tiga kecamatan setelah melalui kajian yang dimulai sejak 2025.

Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara, Jeffry A.M. Lubis, mengatakan peleburan sekolah dilakukan berdasarkan pertimbangan jumlah siswa dan efektivitas pembelajaran.

Baca Juga:

"Sebanyak enam SD telah dilebur menjadi tiga sekolah untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan pendidikan," kata Jeffry, Rabu (28/1/2026).

Jeffry menjelaskan, awalnya terdapat 71 sekolah yang masuk dalam kajian peleburan.

Jumlah itu kemudian mengerucut menjadi 16 sekolah hingga akhirnya ditetapkan enam SD yang dilebur menjadi tiga sekolah.

Sekolah yang dilebur antara lain SDN 173107 Banuarea yang digabung ke SDN 173108 Banuarea di Kecamatan Tarutung, SDN 175798 Aritonang digabung ke SDN 173345 Aritonang di Kecamatan Muara, serta SDN 173366 Parmonangan digabung ke SDN 173392 Parmonangan.

Terkait tenaga pendidik, Jeffry menyebut terdapat 52 guru di enam sekolah tersebut. Setelah peleburan, tiga sekolah hasil regrouping hanya membutuhkan sekitar 27 guru.

"Sebanyak 25 guru dan tenaga kependidikan lainnya akan diperbantukan ke sekolah lain atau ditempatkan sebagai tenaga administrasi," ujarnya.

Peleburan dilakukan karena jumlah siswa per rombongan belajar jauh di bawah standar ideal.

"Idealnya satu rombel berisi 28 siswa, namun di sekolah yang ditutup ada rombel yang hanya berisi tujuh bahkan empat siswa," kata Jeffry.

Bangunan sekolah yang ditutup akan dialihfungsikan untuk pelayanan publik, seperti pendidikan anak usia dini (PAUD).

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satpas SIM Polresta Denpasar Tingkatkan Pelayanan, Proses Cepat dan Ramah
Kabupaten Tapteng Raih UHC 100 Persen, Semua Warga Kini Terjamin Layanan Kesehatan
Plh. Kadis Kominfo Tapteng Perkuat Sinergi dengan BPS, Siap Launching Satu Data Indonesia
Sejumlah Kader NasDem Resmi Berlabuh ke PSI: Efek Jokowi?
Pemkab Asahan Terima Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya
Wabup Syafrizal Pastikan Pelayanan kepada Masyarakat Berjalan dengan Maksimal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru