SAMARINDA — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasi Kalimantan Timur melalui program beasiswa yang telah menjangkau lebih dari 700 mahasiswa sejak 2018.
Acara simbolis penyaluran beasiswa untuk tahun 2026 digelar di Samarinda pada Rabu (21/1), menyalurkan bantuan pendidikan kepada 99 mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Program ini terdiri dari dua inisiatif utama: Bantuan Pendidikan Mahakam untuk mahasiswa jenjang D3 hingga S2, serta Program Pendampingan Sarjana Pesisir bagi lulusan SMA di wilayah pesisir yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Penerima manfaat tersebar di lima kecamatan strategis sekitar wilayah operasi PHM, yakni Samboja, Muara Jawa, Sangasanga, Anggana, dan Muara Badak.
Program ini juga melibatkan kemitraan dengan 15 perguruan tinggi di Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong.
Menurut Susan Syahdina, Senior Manager Subsurface Development & Planning PHM, program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yakni pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata.
Langkah ini juga didukung SKK Migas sebagai bagian kontribusi industri hulu migas terhadap pembangunan daerah.
"Dengan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, kami berharap dapat mencetak agen perubahan yang berkontribusi pada kemajuan ekonomi lokal maupun nasional," ujar Susan.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menyambut baik konsistensi PHM dalam menjalankan program ini.
Ia menekankan bahwa keterbatasan ekonomi dan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih gelar sarjana.
Selain itu, manajemen PHI memperkenalkan Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) sebagai tambahan akses beasiswa penuh.
Sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan akademisi ini diharapkan terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui ketersediaan SDM lokal yang unggul dan berdaya saing global.*