Jokowi Safari ke NTT, Relawan Antusias: Masyarakat Rindu Kehadiran Beliau
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga h
POLITIK
MEDAN — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Sulaiman, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi pusat pengembangan teknologi, inovasi, serta sumber solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sulaiman saat menerima delegasi The 5th IMT-GT Uninet (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network) dalam jamuan makan malam di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (30/7/2026).Baca Juga:
Sulaiman mengatakan, kepercayaan kepada Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah kegiatan internasional tersebut menjadi kesempatan besar untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia menilai kemajuan suatu daerah saat ini tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas manusia yang mampu menciptakan inovasi.
"Kemajuan suatu daerah tidak lagi hanya ditentukan SDA, tetapi kualitas SDM, karena itu perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting sebagai lahirnya inovasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan solusi berbagai tantangan pembangunan," kata Sulaiman.
Sulaiman juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata dia, siap membuka ruang kerja sama dalam bidang akademik, penelitian, inovasi, serta pertukaran pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya percaya ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kebutuhan masyarakat, hasil penelitian tidak akan hanya berhenti di ruang akademik, tetapi benar-benar menjadi solusi yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," kata Sulaiman.
Sementara itu, Director of Centre for IMT-GT Sub-Regional Cooperation Amri Bukhairi Bakhtiar berharap pertemuan para pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat menghasilkan berbagai gagasan baru.
Ia menilai forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperluas kerja sama pendidikan dan mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan di kawasan.
"Saya berharap pertemuan kita akan lebih produktif lagi, bisa memperluas kerja sama kita untuk memajukan dunia pendidikan di ketiga negara," kata Amri Bukhairi Bakhtiar.
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga h
POLITIK
BOGOR Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (A
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan operasi tangkap tangan atau OTT tidak dilakukan secara asal. Setiap tindakan peneg
HUKUM DAN KRIMINAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah mempelajari berbagai strategi pembangunan perumahan dari negara lain untuk
NASIONAL
JAKARTA Industri smartphone diprediksi semakin ramai pada Agustus 2026. Sejumlah produsen ponsel besar bersiap menghadirkan perangkat te
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juli 2026, realisasi PAD
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi Sistem Pengelol
PEMERINTAHAN
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menegaskan perguruan tinggi memiliki
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan penanganan perkara d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah memastikan kebijakan kenaikan tunjangan kinerja (tukin) tidak hanya diberikan kepada institusi tertentu seperti TNI d
NASIONAL