BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

Prabowo Akan Rombak Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan dan Perubahannya

Johan - Sabtu, 08 Agustus 2026 21:16 WIB
Prabowo Akan Rombak Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan dan Perubahannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah berencana merombak buku pelajaran yang digunakan siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Rencana tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi buku yang digunakan siswa di sejumlah sekolah.

Dari peninjauan tersebut, Prabowo menilai masih terdapat sejumlah persoalan pada buku pelajaran, terutama dari sisi kualitas bahan, ukuran tulisan, dan kenyamanan siswa saat membaca.

Baca Juga:

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan gagasan pembaruan buku pelajaran bermula dari perhatian Prabowo terhadap kondisi buku yang digunakan siswa.

Dalam kunjungannya ke sekolah, Prabowo mengecek buku pelajaran yang digunakan para siswa.

Presiden kemudian meminta pemerintah mengevaluasi kualitas buku tersebut dengan membandingkannya dengan buku ajar di negara tetangga.

"Saat mengecek buku pelajaran, beliau melihatnya satu per satu, lalu mendapati ada bahan buku yang mudah rusak, bahkan sebagian sudah dalam keadaan rusak," ujar Teddy, Jumat (7/8/2026).

Buku Dinilai Mudah Rusak

Salah satu alasan pemerintah ingin menerbitkan buku pelajaran baru adalah kualitas fisik buku yang dinilai belum cukup baik.

Buku yang digunakan siswa disebut mudah rusak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena buku pelajaran seharusnya dapat digunakan dalam jangka waktu lama, termasuk memungkinkan untuk diwariskan atau digunakan kembali oleh siswa lain.

Pemerintah kemudian berencana menggunakan bahan kertas yang lebih kuat sehingga buku tidak mudah rusak meskipun digunakan berulang kali.

Ukuran Tulisan Akan Diperbesar

Selain kualitas kertas, ukuran tulisan dalam buku pelajaran juga menjadi perhatian Presiden Prabowo.

Selama ini, ukuran huruf buku pelajaran disebut berkisar 11-12.

Pemerintah menilai ukuran tersebut relatif kecil sehingga kurang nyaman bagi siswa saat membaca.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah ingin buku pelajaran baru memiliki tampilan yang lebih menarik dan ukuran huruf yang lebih sesuai bagi siswa.

"Tampilannya ingin dibuat lebih besar, menarik, dan tulisannya tidak kecil-kecil. Bahannya juga memakai yang bagus supaya bisa bertahan lama. Dulu kan ada tradisi buku cetak tidak dimiliki pribadi secara permanen, tetapi bisa diwariskan atau digunakan kembali oleh adik kelasnya," jelas Prasetyo.

Dengan desain tersebut, buku diharapkan tidak hanya lebih nyaman dibaca, tetapi juga memiliki usia penggunaan yang lebih panjang.

Buku Tulis Siswa Juga Akan Didesain Ulang

Perubahan tidak hanya menyasar buku pelajaran.

Pemerintah juga menyiapkan desain baru untuk buku tulis siswa, terutama bagi anak-anak sekolah dasar.

Prasetyo mengatakan buku tulis tetap memiliki fungsi yang sama. Namun, ukuran jarak antarbaris akan dibuat lebih lebar.

Desain tersebut terutama ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga 3 SD yang masih berada dalam tahap awal belajar menulis.

"Ini terutama untuk adik-adik kelas 1–3 SD, garisnya dibuat lebih besar karena tulisan mereka cenderung masih kecil-kecil," ungkapnya.

Dengan garis yang lebih lebar, siswa diharapkan dapat berlatih menulis dengan lebih nyaman sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk membentuk huruf.

Pemerintah Sebut Buku Fisik Bukan Langkah Mundur

Prasetyo menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap buku fisik bukan berarti pemerintah mengabaikan perkembangan teknologi.

Menurut dia, penggunaan buku fisik masih memiliki peran penting dalam proses pendidikan.

Bahkan, sejumlah negara di Eropa disebut mulai mengurangi penggunaan perangkat elektronik di sekolah dan kembali membiasakan siswa menggunakan buku fisik.

"Beberapa negara di Eropa justru mulai mengurangi penggunaan gadget di sekolah dan kembali membiasakan penggunaan buku fisik. Kebijakan ini penting untuk melatih kemampuan menulis anak sekaligus mengurangi ketergantungan pada perangkat elektronik," pungkasnya.

Rencana perombakan buku pelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana belajar siswa.

Buku baru nantinya diharapkan memiliki kualitas fisik yang lebih baik, lebih nyaman dibaca, dan dapat digunakan dalam waktu lebih lama.* (km/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Percepat Pemulihan 57 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana di Aceh
Mahasiswa Merapat! PKL Kemendikti Saintek 2026 Batch 3 Dibuka, Ini 9 Posisi yang Bisa Dipilih
Satgas PRR Dorong Aceh Barat Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp68,12 Miliar
Ciracas Berbenah! Jalan Lapangan Tembak Ditata, Kali Dikeruk dan Kabel Dirapikan demi Kenyamanan Warga dan UMKM
BKP 2027 Dikebut, Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Kepulauan Nias Segera Ajukan Program
Rico Waas Minta IPSM Medan Tak Sekadar Organisasi Sosial, Harus Berdampak bagi Masyarakat!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru