BREAKING NEWS
Minggu, 09 Agustus 2026

Bantah Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Seskab Teddy: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Kembali Belajar

Dharma - Minggu, 09 Agustus 2026 10:28 WIB
Bantah Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Seskab Teddy: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Kembali Belajar
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya. (foto: Sekretariat Kabinet RI/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu.

Teddy menilai program tersebut justru memberikan kesempatan kepada puluhan ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah untuk kembali mendapatkan pendidikan.

Menurut Teddy, hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya hidup di jalan dan putus sekolah telah mendapatkan kesempatan bersekolah melalui program Sekolah Rakyat.

Baca Juga:

"Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa? Hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah yang kesehariannya hidup di jalanan. Sejak di awal pemerintahan Presiden Prabowo kembali dapat menimba ilmu melalui Sekolah Rakyat," ujar Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Minggu (9/8/2026).

Teddy mengatakan program Sekolah Rakyat tidak hanya mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah.

Para siswa juga mendapatkan tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, pendidikan ilmu dan adab, serta fasilitas belajar.

Sekolah Rakyat memang dirancang dengan sistem asrama.

Karena itu, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi juga tinggal di lingkungan sekolah dengan fasilitas penunjang pendidikan.

Teddy menyebut sejumlah siswa Sekolah Rakyat telah menunjukkan prestasi dalam berbagai kompetisi akademik.

Salah satu contohnya adalah tujuh siswa dari SRMA 26 Makassar.

Mereka disebut berhasil meraih juara dalam Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD), serta Airlangga Competition.

Prestasi tersebut diraih pada sejumlah bidang, antara lain Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Sejarah.

"Bahkan tujuh siswa dari SRMA 26 Makassar berhasil juara Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD), serta Airlangga Competition pada bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Sejarah," tegas Teddy.

Menurut Teddy, capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak yang mengikuti Sekolah Rakyat memiliki kemampuan untuk berkembang ketika mendapatkan kesempatan pendidikan dan lingkungan belajar yang memadai.

Teddy berharap anak-anak yang sebelumnya menjalani kehidupan di jalanan dapat membangun kembali cita-cita setelah mendapatkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Ia menilai para siswa memiliki kemampuan dan potensi yang besar.

Pendidikan di Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan adab.

Teddy bahkan menyebut dirinya pernah menerima surat dari seorang siswa Sekolah Rakyat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan ditulis menggunakan Bahasa Inggris.

"Insyaallah di sini, di Sekolah Rakyat, anak-anak yang dulunya di jalanan kini dapat bermimpi besar, bercita-cita tinggi," ucapnya.

"Di sini akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga anak-anak yang beradab," imbuh Teddy.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan bersekolah.

Dengan sistem pendidikan berbasis asrama, pemerintah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga mendapatkan lingkungan yang mendukung perkembangan akademik, kesehatan, karakter, dan kehidupan sosial mereka.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Sebut Kinerjanya “Oke”, Gerindra Ungkap Buktinya
Malam Minggu Bareng Warga Medan Tembung, Rico Waas Dengar Keluhan hingga Janjikan 30 Truk Sampah
Ratusan Senjata, Narkoba dan CD Pornografi Ditemukan di Sekolah, Ini Respons Menteri PPPA
Kopdes Merah Putih Dinilai Belum Sesuai Prinsip Koperasi, Pengamat: Demokratisnya di Mana?
LPPD Kota Binjai Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Wali Kota Amir Hamzah Tekankan Tiga Pilar Dakwah
Berpolitik Bukan Cari Enak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru