BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Banjir Menggenangi Lebih Banyak Wilayah Jakarta, 47 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung dan Rob

BITVonline.com - Sabtu, 25 Mei 2024 04:35 WIB
Banjir Menggenangi Lebih Banyak Wilayah Jakarta, 47 RT Terendam Akibat Luapan Kali Ciliwung dan Rob
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA SELATAN -Sebuah badai air merangsek lebih jauh ke wilayah Jakarta, menelan 47 RT dalam genangannya yang terus meluas. Banjir yang dipicu oleh luapan Kali Ciliwung dan rob menghantam wilayah-wilayah yang sudah terbiasa dengan tantangan banjir setiap musim hujan. Dalam sebuah pernyataan resmi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi peningkatan dramatis ini, menyebutkan bahwa jumlah RT yang terendam sekarang mencapai 47, naik dari 38 RT sebelumnya. Ini merupakan angka yang mengkhawatirkan, mencakup wilayah-wilayah dari Jakarta Selatan, Timur, dan Utara.

Menurut laporan yang dirilis, Jakarta Selatan adalah salah satu yang paling terdampak, dengan beberapa kelurahan seperti Pengadegan, Rawajati, dan Pejaten Timur melaporkan genangan air hingga setinggi 140 cm. Di Jakarta Timur, kondisi tidak jauh berbeda, dengan Banjir mengancam kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, dan Cawang. Jakarta Utara juga tidak luput dari ancaman, dengan Pluit melaporkan rob yang menyebabkan satu RT terendam.

Peringatan dini dari BMKG telah mengisyaratkan bahwa fenomena fase bulan baru pada tanggal 21 Mei 2024 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut, memicu banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Ini menambah kompleksitas situasi, karena banjir kali ini dipicu oleh gabungan faktor alami yang meliputi hujan deras dan rob, serta peringatan BMKG tentang potensi banjir pesisir.

Laporan ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa rentannya Jakarta terhadap bencana banjir setiap musim hujan. Meskipun langkah-langkah telah diambil untuk memperbaiki sistem drainase dan menanggulangi banjir, tantangan-tantangan ini terus berlanjut, menuntut solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta bekerja keras untuk meminimalkan dampak buruk banjir, dengan mengoordinasikan respons darurat dan memberikan peringatan dini kepada warga. Namun, tantangan yang dihadapi tidak mudah, mengingat kompleksitas geografi Jakarta dan pola hujan yang semakin tidak terduga.

Kisah ini adalah pengingat yang kuat tentang pentingnya investasi jangka panjang dalam infrastruktur dan tindakan mitigasi bencana yang lebih efektif. Wilayah perkotaan seperti Jakarta harus bersiap menghadapi perubahan iklim dan ancaman banjir yang semakin sering, seiring dengan upaya menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru