Dua Kubu Keraton Solo Bersitegang, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Masih Tanpa Titik Temu
SOLO Rencana pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum menemui titik terang. Dua kubu yang
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA -Kematian seorang anggota Satlantas Polresta Manado, Brigadir Ridhal Ali Tomi, menjadi sorotan tajam seiring dengan serangkaian pertanyaan dan kritik yang dilontarkan oleh pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel. Dalam sorotannya, Reza mengkritik kecepatan polisi dalam menyimpulkan bahwa kematian Brigadir Ridhal adalah akibat dari bunuh diri, tanpa melakukan penelusuran yang lebih mendalam.
Menurut Reza, penyimpulan cepat yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan bisa saja mengaburkan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di balik peristiwa tragis ini. Dia menekankan bahwa ada kemungkinan lain, seperti kecelakaan akibat senjata api yang meletus, yang perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat.
Lebih lanjut, Reza juga menyuarakan pentingnya melakukan autopsi psikologi sebelum menyimpulkan bahwa Brigadir Ridhal mengakhiri hidupnya secara sukarela. Langkah-langkah seperti memeriksa orang-orang terdekat korban dan melihat catatan medisnya dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi psikologis Brigadir Ridhal sebelum kejadian tragis itu terjadi.
Kritik yang disampaikan oleh Reza juga menyoroti pentingnya transparansi dan ketelitian dalam mengungkapkan informasi kepada publik. Penyampaian informasi yang terlalu cepat dan tanpa dasar yang kuat dapat menciptakan keraguan dan skeptisisme di kalangan masyarakat. Hal ini bisa berdampak pada konstruksi perkara yang dibangun oleh pihak kepolisian.
Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, menegaskan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini sedang dilakukan secara serius. Namun, upaya untuk menemukan fakta-fakta yang sebenarnya tetap memerlukan proses yang teliti dan komprehensif.
Kritik dari Reza Indragiri Amriel mengingatkan bahwa setiap kasus kematian, terutama yang melibatkan petugas kepolisian, harus ditangani dengan penuh kehati-hatian dan profesionalisme. Sebab, di balik setiap kejadian tragis, bisa jadi ada kompleksitas dan dinamika yang memerlukan penelusuran yang mendalam.
Pada akhirnya, kematian Brigadir Ridhal Ali Tomi menjadi momentum penting untuk merefleksikan pentingnya pembinaan mental dan kesejahteraan psikologis bagi anggota kepolisian. Hal ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya memperlakukan setiap kasus dengan penuh sensitivitas dan kehati-hatian dalam mencari kebenaran.
(N/014)
SOLO Rencana pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum menemui titik terang. Dua kubu yang
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak bisa hanya ditopang oleh satu se
EKONOMI
MIMIKA Komando Distrik Militer (Kodim) 1710/Mimika memulai pembangunan enam Jembatan Garuda yang tersebar di tiga distrik di Kabupaten M
NASIONAL
JAKARTA Pusat Penerangan (Puspen) TNI menggelar dialog interaktif bertajuk Ngobrol Santai Kapuspen TNI Bersama Media di Aula Balai War
NASIONAL
BANDA ACEH Ny. Mukarramah Fadhlullah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Aceh p
OLAHRAGA
BANDA ACEH Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh periode 20242029 resmi dilantik dalam acara yang berlang
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Dosen bersama mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh (FKM Unmuha) berhasil mengembangkan inovasi
PENDIDIKAN
MEDAN Video mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Medan yang terekam memasok air bersih ke sebuah rumah di kawasan Jalan STM Gang Suka Cit
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendor
NASIONAL
BANDA ACEH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memint
NASIONAL