BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

Marah Uang Rokok Terpakai Untuk Beli Popok, Alasan Ayah Kandung Tega Aniaya Bayinya

BITVonline.com - Senin, 22 April 2024 03:44 WIB
Marah Uang Rokok Terpakai Untuk Beli Popok, Alasan Ayah Kandung Tega Aniaya Bayinya
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA – Kejahatan tak berperikemanusiaan mencuat ke permukaan ketika bayi berusia 5 hari, Bayi E, menjadi korban kebengisan ayah kandungnya sendiri, R, di Tambak Wedi, Surabaya. Bayi yang seharusnya dilindungi dan diberikan kasih sayang justru harus merasakan kekejaman yang tidak wajar.

Bayi E mengalami luka-luka serius setelah digigit, dipukul, bahkan dibanting oleh sang ayah. Alasan yang diungkapkan sang ibu, Basra N, terungkap dalam percakapan dengan Basra di shelter perlindungan perempuan dan anak di kawasan Tambaksari.

“Dia marah karena menganggap E itu bukan anak kandungnya. Dia juga marah karena uangnya yang untuk beli rokok sering terpakai buat keperluan E, seperti beli popok,” jelas N, dengan nada sedih dan kesal.

N menyampaikan bahwa sang suami, R, sempat meragukan keaslian darah bayi E karena dianggap tidak mirip dengan kakaknya. Namun, hal ini bertolak belakang dengan harapan R saat mengantar N untuk periksa ke Rumah Sakit Umum Haji, yang semoga membawa rejeki baru bagi keluarga.

Namun, situasi keluarga semakin rumit dengan kehilangan pekerjaan R selama 1 bulan terakhir. N mengakui bahwa R telah dipecat dari pekerjaannya sebagai pengantar galon air, dan kini menganggur tanpa pekerjaan tetap.

Selain itu, N juga mengungkap bahwa kekerasan fisik yang dialaminya dari R bukanlah hal baru. Bahkan, N pernah harus masuk IGD setahun lalu karena dipukuli oleh R. Hal ini menunjukkan pola kekerasan yang tidak hanya ditujukan kepada bayi E, tetapi juga pada ibunya sendiri.

Penganiayaan yang terjadi pada bayi E pada hari Kamis (18/4) dini hari di kosan, mencatat kekejaman yang tak terbayangkan dari seorang ayah kandung. N memutuskan untuk menuntut keadilan untuk putra keduanya dan membawa kasus penganiayaan ini ke ranah hukum.

Situasi yang menyedihkan ini juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dan peran hukum dalam menegakkan keadilan bagi korban kekerasan dalam keluarga. Semoga kasus ini mendapat penanganan yang serius dan memberikan pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kasih sayang dan perlindungan bagi yang lemah.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru