SEMARANG -Perumahan Permata Puri di Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi saksi tragedi saat tiga bangunan roboh karena longsoran tanah pada Jumat (5/4/2024) malam. Kejadian ini menimbulkan dampak besar bagi pemilik bangunan, Ahmad Jubaidi, serta seluruh warga sekitar yang turut merasakan ketakutan dan kepanikan.
Ahmad Jubaidi, pemilik bangunan yang roboh, mengungkapkan detik-detik mencekam saat longsor terjadi pada pukul 18.55 WIB, ketika warga sedang melaksanakan Salat Tarawih. Sejak pagi hari, suara material bangunan yang rontok sudah terdengar, tetapi keadaan semakin memburuk hingga waktu berbuka puasa. Dampak longsor ini tidak hanya merugikan secara materiil dengan kerugian mencapai Rp 600 juta, namun juga mengancam keselamatan dua tukang yang sempat tertimbun tanah saat berusaha menutup longsoran dengan terpal.
Kisah kehilangan Ahmad tidak hanya sebatas kerugian finansial, tetapi juga mencakup dampak emosional yang mendalam. Bangunan yang roboh merupakan tempat usaha bagi istrinya, yang memiliki usaha produksi kue kering. Karena kejadian ini, pesanan kue kering untuk menyambut Lebaran menjadi terhambat, dan bahan produksi senilai lebih dari Rp 10 juta turut menjadi sia-sia.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan, terutama saat membangun di area yang rawan longsor atau bencana alam lainnya. Selain itu, pentingnya tindakan pencegahan dan mitigasi risiko dalam menghadapi situasi darurat seperti ini juga perlu ditingkatkan.
Pemerintah setempat juga diharapkan untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada korban-korban bencana alam semacam ini, baik secara materiil maupun bantuan psikologis untuk mengatasi dampak emosional yang mungkin timbul. Semoga tragedi seperti ini tidak lagi terulang di masa mendatang, dan keamanan serta keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam pembangunan yang berkelanjutan.
(K/09)
Tanah Longsor di Perumahan Permata Puri, 2 Orang Warga Sempat Tertimbun