JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab anjloknya Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Gambir-Surabaya-Jember di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Hasil investigasi tersebut mengungkap bahwa penyebab anjloknya kereta tersebut adalah karena patahnya lockbox wesel di Stasiun Tanggulangin.
Menurut Hertriadi, juru bicara KNKT, dalam investigasi yang dilakukan, terungkap bahwa terdapat perbaikan geometri yang berulang dengan permasalahan yang sama di sekitar Wesel 1 Stasiun Tanggulangin. Perbaikan tersebut melibatkan adanya defleksi arah vertikal pada jalan rel, yang kemungkinan menjadi faktor pemicu anjloknya KA Pandalungan.
Kejadian anjloknya KA Pandalungan terjadi pada 14 Januari 2024 di Desa Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Insiden ini menimbulkan dampak besar bagi operasional kereta api, dengan sejumlah perjalanan kereta lainnya terpaksa dialihkan atau dibatalkan. Meskipun kejadian ini menyebabkan gangguan dalam perjalanan, alhamdulillah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah bertindak cepat dengan mengevakuasi seluruh penumpang dan rangkaian kereta api yang terlibat dalam insiden tersebut. Namun, terkait dengan penyebab pasti insiden, investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan bahwa tindakan pencegahan yang tepat dapat diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya keselamatan dalam industri transportasi, baik bagi penumpang maupun petugas kereta. Perbaikan dan pemeliharaan yang terus-menerus dalam infrastruktur rel dan sarana transportasi menjadi kunci utama dalam mencegah insiden yang berpotensi membahayakan nyawa dan keselamatan. Dengan demikian, hasil investigasi KNKT menjadi pedoman bagi pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan guna meningkatkan keselamatan dalam sistem transportasi kereta api.
(FZ/011)
Patahnya Lockbox Wesel sebagai Pemicu Utama Anjloknya KA Pandalungan