RIAU -Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau telah mengakibatkan sekitar 7.000-an kepala keluarga terdampak.
Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan 43 kejadian banjir di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa sebanyak 18 kecamatan dan 39 desa turut terdampak oleh bencana ini.
"Update per 1 Maret kemarin, ada 43 kejadian banjir yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Total ada 18 kecamatan dan 39 desa yang terdampak," ujar Edy Afrizal dalam keterangan pers, Senin (3/3/2025).
Banjir yang terjadi tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga fasilitas umum dan pendidikan.
Sebanyak tiga fasilitas kesehatan dan enam fasilitas pendidikan terendam.
Tak hanya itu, 16 fasilitas umum dan jalan sepanjang 1,5 kilometer juga ikut terdampak.
Rokan Hulu menjadi daerah yang paling parah terdampak bencana hidrometeorologi ini, dengan 35 kejadian banjir di 12 kecamatan.
Sekitar 32 desa dan 3 kelurahan di Rokan Hulu terendam, menyebabkan 5.942 kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Di Kampar, tercatat ada 5 kejadian banjir yang melanda 3 kecamatan, dengan 833 kepala keluarga terdampak dan dua fasilitas umum terendam.
Sementara di Kuantan Singingi, dua kejadian banjir merendam dua kecamatan dengan 168 kepala keluarga terdampak.
Pekanbaru menjadi wilayah dengan dampak paling ringan, dengan hanya satu kejadian banjir yang melibatkan 57 kepala keluarga.
Pemerintah daerah dan BPBD Riau tengah melakukan upaya penanganan darurat untuk membantu korban banjir, termasuk evakuasi warga dan pemulihan fasilitas umum yang terdampak.
(dc/a)
Editor
: Adelia Syafitri
Banjir Terjang Riau, 7.000 Kepala Keluarga Terdampak