Tragis! Bus Rombongan Siswa Terguling ke Jurang Sedalam 15 Meter di Toba
MEDAN Sebuah bus yang membawa rombongan pelajar terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Peristiwa ini
PERISTIWA
SUKABUMI -Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Bantuan ini disalurkan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sentra Phalamartha untuk meringankan beban para korban bencana.
Bantuan yang telah disalurkan antara lain 1 unit tenda serbaguna keluarga, 20 lembar tenda gulung, 39 lembar selimut, 52 lembar kasur, dan 2 unit velbed untuk mendukung kenyamanan para korban.
Selain itu, Kemensos juga memberikan 52 paket sandang bayi, 50 paket sandang anak, dan 48 paket Kidware.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan bahwa pihaknya memastikan kebutuhan korban bencana akan segera terpenuhi.
"Kami telah mengirimkan bantuan logistik dan kebutuhan darurat bagi korban bencana di Sukabumi.
Bantuan ini kami kirimkan langsung dari Gudang Sentra Phalamarta Sukabumi, sehingga bantuan bisa cepat sampai kepada warga yang terdampak," ujar Gus Ipul, Jumat (7/3/2025).
Selain bantuan logistik, Kemensos juga mengerahkan personel Tagana Kabupaten Sukabumi dan Tagana Kabupaten Pangandaran untuk melakukan asesmen dan evakuasi warga serta mendistribusikan bantuan.
Kemensos bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Basarnas, TNI-Polri, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanggulangan bencana berjalan optimal.
Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang melanda Sukabumi mengakibatkan 405 warga terpaksa mengungsi ke tiga lokasi, yaitu Kampung Badak Putih di Desa Pelabuhan Ratu, Kecamatan Pelabuhan Ratu; Kampung Cijangkar di Desa Kerta Jaya, Kecamatan Simpenan; dan Kantor Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.
Dalam bencana tersebut, satu korban meninggal dunia atas nama Nendi Saputra (7) dari Kampung Cijangkar, sementara dua orang lainnya, Mondi (9) dan Yayar dari Kampung Cijangkar, masih dalam pencarian.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan, namun 6 unit rumah rusak berat.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa banjir mulai surut dan sebagian warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur.
Meskipun demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi di wilayah tersebut, sehingga potensi bencana susulan tetap perlu diwaspadai.
(kp/n14)
MEDAN Sebuah bus yang membawa rombongan pelajar terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Peristiwa ini
PERISTIWA
JAKARTA Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, soal perbedaan upah pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) denga
NASIONAL
JAKARTA Proyek kereta cepat JakartaBandung Kereta Cepat Whoosh kembali menuai sorotan setelah adanya perubahan skema pembiayaan yang di
EKONOMI
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah apartemen di Kota Medan yang diduga dijadikan gudang penyimpanan vape be
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kembali menyita aset dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi distribusi semen yang melib
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyentil kinerja BPJS Kesehatan dalam sambutannya pada peringatan Hari Buruh Inte
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan sebelas komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh da
PEMERINTAHAN
MEDAN Sejumlah serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada peringatan Hari Buruh Intern
PERISTIWA
LABUSEL Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memperingati Hari Buruh Internasional 2026 dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan melalui pengembangan aparatur sipil negara (AS
PEMERINTAHAN