BREAKING NEWS
Rabu, 24 Juni 2026

Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut: Ayah Saya Bukan Pemulung, Tapi Bekerja dengan TNI

Adelia Syafitri - Selasa, 13 Mei 2025 20:21 WIB
Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut: Ayah Saya Bukan Pemulung, Tapi Bekerja dengan TNI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GARUT -Tragedi ledakan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Selain rasa kehilangan, keluarga juga merasa perlu meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Salah satu anak korban menyampaikan kekesalannya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat kunjungan ke RSUD Pameungpeuk, Selasa (13/5/2025).

Ia menegaskan bahwa ayahnya bukan pemulung yang mengambil besi bekas amunisi seperti yang ramai diperbincangkan, melainkan sudah lama bekerja sama dengan TNI.

"Saya minta pertanggungjawaban, karena bapak saya di situ bukan seperti yang orang bilang. Bapak saya bukan mulung, bapak saya kerja sama tentara," ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Ia juga menuturkan bahwa ayahnya sudah sering ikut dalam kegiatan militer, termasuk dalam kegiatan pemusnahan amunisi di berbagai daerah.

"Saya tahu dari zaman saya sekolah, bapak saya sudah ke Manado, Makassar, Bali, sampai ke Mabes TNI," ungkapnya.

Gubernur Dedi: Ini Kecelakaan Kerja

Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan bentuk kecelakaan kerja.

Ia mengakui bahwa korban memang terlibat dalam kegiatan resmi TNI.

"Artinya kan posisinya posisi kerja, ini kategorinya," kata Dedi di hadapan keluarga korban.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan menjanjikan dukungan terhadap para keluarga korban.

9 Korban Telah Teridentifikasi

Sementara itu, pihak RSUD Pameungpeuk mengonfirmasi bahwa dari 13 korban ledakan, sembilan telah berhasil diidentifikasi hingga Selasa siang.

Dari jumlah tersebut, empat orang merupakan anggota TNI, dan lima lainnya warga sipil.

"Teridentifikasi ada sembilan orang, empat anggota TNI, dan lima warga sipil," ujar Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen RSUD Pameungpeuk, Yani Suryani.

Proses identifikasi masih terus dilakukan terhadap korban lainnya. Data lengkap identitas belum dapat diumumkan secara resmi.

Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menimbulkan pertanyaan terkait standar keamanan dalam pemusnahan amunisi yang melibatkan warga sipil.

Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan seluruh prosedur keamanan dalam aktivitas militer dapat diperketat, termasuk perlindungan terhadap pihak sipil yang terlibat.*

(gl/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru