Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
Banda Aceh, Bitvonline — Sejumlah penumpang shuttle bus JRG (Jasa Rahayu Gumpueng) rute Banda Aceh menuju Medan mengaku kecewa berat atas layanan yang diberikan.
Keberangkatan yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB, pada kenyataannya baru meninggalkan stasiun sekitar 09.15 WIB, dan baru benar-benar keluar dari Kota Banda Aceh sekitar pukul 10.00 WIB, usai menjemput penumpang keliling kota.
Akibat keterlambatan tersebut, bus baru tiba di Kota Medan pada pukul 00.09 WIB keesokan harinya, yang berarti perjalanan memakan waktu lebih dari 16 jam, jauh dari waktu tempuh normal.
Kekecewaan ini dialami langsung oleh awak Bitvonline Aceh yang ikut dalam perjalanan tersebut, Kamis (17/7).
Dari enam penumpang yang berangkat, tiga di antaranya tujuan Medan, sementara lainnya turun di Lhokseumawe, Pidie Jaya, dan Langsa.
Masalah utama disebut terjadi akibat kurangnya koordinasi antara petugas stasiun dan sopir bus, serta buruknya sistem komunikasi internal.
Kejadian serupa juga menimpa seorang penumpang dari Langsa, Feri, yang memesan tiket via aplikasi dengan jadwal keberangkatan pukul 17.00 WIB.
Namun, Feri baru bisa berangkat pukul 22.00 WIB, itupun setelah menghubungi kantor secara mandiri.
Ironisnya, bus sempat meninggalkan Feri dan nyaris tiba di Kuala Simpang sebelum akhirnya putar balik ke Langsa untuk menjemput.
"Saya pikir sudah batal, ternyata bus balik setelah saya menghubungi mereka berkali-kali," ujar Feri dengan nada kesal.
Setiba di Medan pukul 00.30 WIB, sopir utama bus menolak mengantar penumpang ke alamat tujuan, padahal layanan door to door seharusnya menjadi bagian dari fasilitas.
Para penumpang, termasuk wartawan Bitvonline, sempat memprotes keras hingga akhirnya sopir memanggil sopir cadangan, Raun, untuk menggantikan tugas.
Saat dikonfirmasi, sopir yang diketahui bernama Eri justru menghindar dan meninggalkan kendaraan tanpa memberikan penjelasan.
Sopir Raun kemudian menyampaikan bahwa kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi.
"Sudah sering terjadi hal begini, kami di lapangan jadi sasaran marah penumpang," ujar Raun.
Penumpang lain, Liana, menyatakan kekesalannya, "Kami benar-benar kapok naik JRG. Ini bukan jasa transportasi, ini jasa uji kesabaran!"
Upaya Bitvonline untuk menghubungi pihak manajemen Pool JRG Lam Bhuk guna meminta klarifikasi tidak membuahkan hasil.
Panggilan yang dilakukan ke nomor resmi justru ditolak (rejected).
Kisah ini menjadi catatan serius bagi pengelola layanan transportasi antar kota seperti JRG, agar tidak merusak kepercayaan publik.
Keterlambatan, komunikasi buruk, dan layanan pasca tiba yang tidak profesional bisa berdampak pada reputasi jangka panjang, apalagi jika dikeluhkan secara masif oleh konsumen.*
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN