Data tersebut mengindikasikan adanya suplai magma baru ke permukaan, didukung oleh data Global Navigation Satellite System (GNSS) yang mencatat pola inflasi sejak lima hari terakhir. Pengukuran tiltmeter juga menunjukkan tekanan dalam konduit yang semakin meningkat.
"Kombinasi kedua data deformasi ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan akibat suplai magma baru yang berpotensi memicu erupsi eksplosif atau aliran lava," jelas Wafid.
Level Awas Ditetapkan, Warga Diminta Waspada
Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini masih berada pada Status Level IV (Awas). Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas:
Dalam radius 6 km dari kawah
Sektoral barat daya–timur laut sejauh 7 km
Warga yang masih bertahan di kaki gunung diminta segera mengungsi mengikuti instruksi pemerintah daerah. Sementara itu, hujan lebat berpotensi menimbulkan banjir lahar di aliran sungai seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen.
Imbauan Kesehatan
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan menggunakan masker atau kain penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan. Pemerintah terus memantau aktivitas gunung dan menyediakan jalur evakuasi serta bantuan logistik bagi warga terdampak.*