BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Banjir Luapan Sungai Terjang Medan, Ratusan Rumah Terendam, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat

BITVonline.com - Rabu, 04 Desember 2024 15:36 WIB
Banjir Luapan Sungai Terjang Medan, Ratusan Rumah Terendam, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Medan– Kota Medan terus dilanda banjir di sejumlah wilayah sejak pekan lalu. Meluapnya tiga sungai besar yang mengalir di kawasan tersebut menjadi penyebab utama bencana, yang diperparah dengan tingginya intensitas curah hujan belakangan ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, menyampaikan bahwa aliran sungai yang melewati kota maupun bagian hulu membawa dampak signifikan terhadap tingginya debit air.“Banjir disebabkan oleh luapan sungai akibat curah hujan yang cukup tinggi, baik di Kota Medan maupun di bagian hulu sungai,” ujar Yunita dalam keterangan resminya, Rabu (4/12/2024).Menurut Yunita, kawasan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah area yang paling rentan terdampak banjir. Ketiga sungai besar yang melintasi Medan tersebut menjadi penyebab banjir yang merendam ratusan rumah warga.“Kawasan DAS yang berada di lintasan tiga sungai besar ini merupakan wilayah dengan risiko banjir tertinggi di Kota Medan,” jelasnya.Selain itu, banjir rob di kawasan utara kota turut memperburuk kondisi yang dihadapi warga. Siklus banjir rob ini berdampak signifikan, khususnya bagi masyarakat pesisir yang sudah berjuang menghadapi genangan dari luapan sungai.

“Selain luapan sungai, banjir rob menjadi salah satu faktor tambahan yang memperparah kondisi di beberapa wilayah utara,” tambah Yunita.Untuk menangani kondisi ini, BPBD Kota Medan terus menggiatkan sosialisasi mitigasi dampak bencana, baik untuk banjir maupun ancaman cuaca ekstrem lainnya seperti panas ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.“BPBD secara aktif memberikan edukasi dan sosialisasi terkait langkah mitigasi bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem, tidak hanya banjir tetapi juga panas ekstrem yang dapat membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Selain sosialisasi, langkah darurat seperti pemantauan intensif di daerah rawan, pendirian posko siaga banjir, serta distribusi bantuan kepada warga terdampak telah dilakukan.Banjir di Kota Medan telah merendam ratusan rumah warga, terutama di wilayah Kelambir V, Marelan, dan Medan Labuhan. Hingga saat ini, upaya penanggulangan masih terkendala oleh derasnya arus sungai yang terus membawa air dari hulu ke hilir.“Banjir ini menjadi perhatian utama kami, karena dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga mengganggu aktivitas warga sehari-hari,” ujar Yunita.Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah permanen untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap kali melanda wilayah ini.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru