BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Kerugian Akibat Pembakaran dan Penjarahan Gedung DPRD NTB Diperkirakan Capai Puluhan Miliar

Paul Antonio Hutapea - Sabtu, 30 Agustus 2025 20:12 WIB
Kerugian Akibat Pembakaran dan Penjarahan Gedung DPRD NTB Diperkirakan Capai Puluhan Miliar
Petugas Damkar Kota Mataram berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap, lantai bawah gedung Sekretariat DPRD NTB, Sabtu (30/8). (foto : lombok post)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MATARAM - Sekretariat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan kerugian sementara akibat perusakan, pembakaran, dan penjarahan yang dilakukan oleh massa terhadap Gedung DPRD NTB mencapai puluhan miliar rupiah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, Muhammad Erwan, di Kantor DPRD NTB di Mataram, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Erwan, nilai kerugian yang diperkirakan terutama berasal dari dua gedung yang rusak parah akibat kebakaran dan penjarahan. "Perkiraan kerugian mencapai puluhan miliar, namun ini masih angka sementara," ujarnya.

Baca Juga:

Ia menjelaskan bahwa gedung utama DPRD, yang digunakan untuk rapat dan sidang paripurna, ludes terbakar. Selain itu, gedung Sekretariat DPRD yang digunakan oleh ASN juga turut dihancurkan dan dijarah oleh massa.

Kejadian bermula pada siang hari sekitar pukul 12.00 WITA, ketika ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD NTB. Meski sebelumnya rencana Ketua DPRD Baiq Isvie Rupaeda untuk menemui massa aksi, situasi yang tidak terkendali membuat negosiasi gagal dilakukan. "Kami tidak bisa berkomunikasi karena hari Sabtu, semua berkas tidak bisa kita amankan," jelas Erwan. Seharusnya, ia menambahkan, massa aksi dapat menyampaikan aspirasinya tanpa harus melibatkan tindakan anarkis seperti pembakaran.

Baca Juga:

Aksi pembakaran dimulai di depan lobi gedung, dan api kemudian merembet ke ruang pimpinan DPRD NTB, ruang sekretariat, ruang wakil ketua, serta ruang paripurna. "Api melahap ruang pimpinan, ruang sekretariat, ruang wakil ketua, ruang paripurna, dan segala macam yang ada di dalam gedung," ungkap Erwan.

Sementara itu, pihak kepolisian yang berupaya mengamankan situasi lebih memilih untuk tidak bersentuhan langsung dengan massa, memilih tidak terlibat dalam konfrontasi fisik yang bisa memperburuk situasi. Erwan mengatakan bahwa seharusnya aksi unjuk rasa diimbangi dengan komunikasi yang baik, namun karena hari libur dan tidak adanya komunikasi sebelumnya, peristiwa pembakaran ini pun terjadi.

"Ini adalah pelajaran berharga untuk kita semua bahwa dialog harus tetap dijaga dalam setiap aksi, meskipun ada ketidakpuasan," ujarnya.

Sampai saat ini, pihak keamanan masih berupaya untuk mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab atas pembakaran gedung DPRD NTB yang merusak fasilitas penting pemerintahan daerah tersebut. Pihak Sekretariat DPRD NTB juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memulihkan situasi pasca-pembakaran ini.*

(at/j006)

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gelombang Aksi Demo Mengguncang NTB: Gedung DPRD Dibakar, Massa Serbu Polda
Duka Mendalam: Brigpol Esco Faska Rely Ditemukan Tewas di Kebun, Keluarga Syok dan Minta Kasus Diusut Tuntas
BMKG: Waspada Banjir Rob di NTB 7–11 Agustus Akibat Bulan Purnama
Kunjungi Kopdes di Lombok, Zulhas: Tidak Usah Percaya Berita Tidak Baik, Beras Kita Banjir
Gerindra Diminta Tetap Rendah Hati Meski Prabowo Kini Presiden, Ahmad Muzani: Duka Rakyat Adalah Duka Gerindra
Kasus Kematian Brigadir Nurhadi, Kapolri: Proses, Pecat, Pidanakan Anggota Terlibat!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru