MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir serta para pemangku kepentingan sektor pelayaran untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan sekitar Sumatera Utara pada periode 4–7 September 2025.
Menurut keterangan resmi Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter diperkirakan dapat terjadi di:
BMKG juga mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan antara 6–25 knot, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan serupa.
Kecepatan angin yang tinggi ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan tinggi gelombang laut, yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.
BMKG merinci sejumlah potensi risiko keselamatan pelayaran berdasarkan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut, sebagai berikut:
- Perahu nelayan berisiko terdampak jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang laut mencapai 1,25 meter.
- Kapal tongkang berisiko jika angin bertiup hingga 16 knot disertai gelombang 1,5 meter.
- Kapal feri menghadapi risiko keselamatan jika angin mencapai 21 knot dengan gelombang laut setinggi 2,5 meter.
BMKG mengimbau operator pelayaran, nelayan, dan pihak pelabuhan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG.
Langkah antisipatif diperlukan untuk mencegah potensi kecelakaan laut, khususnya pada jalur pelayaran yang melalui kawasan rawan gelombang tinggi.
"Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas. Kami sarankan agar masyarakat dan pelaku transportasi laut menunda keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan," kata Rizki.
Informasi lebih lanjut dan pembaruan prakiraan cuaca maritim dapat diakses melalui situs resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG.*