BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

BMKG Catat 4.071 Gempa di Indonesia Sepanjang Agustus 2025

Raman Krisna - Sabtu, 06 September 2025 19:36 WIB
BMKG Catat 4.071 Gempa di Indonesia Sepanjang Agustus 2025
Ilustrasi. (foto: iStockphoto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.071 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Indonesia sepanjang bulan Agustus 2025.

Dari ribuan aktivitas seismik tersebut, sebanyak 21 kali gempa tercatat memiliki magnitudo di atas 5,0, sementara sisanya berkekuatan lebih rendah.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa meskipun jumlah gempa cukup tinggi, sebagian besar berskala kecil dan tidak dirasakan oleh masyarakat.

"Gempa dengan magnitudo di bawah 5,0 mendominasi, dan hanya sedikit yang dirasakan masyarakat. Dari ribuan gempa itu, tercatat 90 kali gempa dirasakan dan tiga di antaranya menyebabkan kerusakan," ujar Daryono dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/9/2025).

Tiga gempa yang menyebabkan dampak signifikan dan kerusakan infrastruktur terjadi di berbagai wilayah, yakni:

- Sarmi, Papua – Gempa berkekuatan Magnitudo 6,3 pada 12 Agustus 2025.

- Poso, Sulawesi Tengah – Gempa berkekuatan Magnitudo 5,8 pada 17 Agustus 2025.

- Karawang, Jawa Barat – Gempa berkekuatan Magnitudo 4,7 pada 20 Agustus 2025.

BMKG mencatat bahwa wilayah-wilayah ini berada di zona seismik aktif yang memang memiliki potensi gempa cukup tinggi.

Kendati begitu, BMKG menegaskan bahwa tidak ada teknologi saat ini yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara akurat.

Dalam pernyataannya, Daryono juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyikapi berbagai informasi seputar gempa bumi yang beredar, khususnya di media sosial.

"Mereka yang benar-benar memahami ilmu kegempaan justru akan sangat berhati-hati dan tidak berani membuat prediksi gempa di hadapan publik. Sebaliknya, yang tidak memahami ilmu gempa malah kerap berani berbicara tentang prediksi gempa," tegas Daryono.

Ia menambahkan, edukasi dan literasi kebencanaan harus terus ditingkatkan agar masyarakat lebih siap dan tidak mudah termakan hoaks terkait potensi gempa maupun tsunami.

Sebagai negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, Indonesia secara geologis memang rawan terhadap gempa bumi.

Oleh karena itu, BMKG terus melakukan pemantauan 24 jam dan menyampaikan informasi gempa secara real-time melalui berbagai kanal resmi.*

(vo/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru