BREAKING NEWS
Minggu, 15 Februari 2026

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Perairan Indonesia 21–24 September!

- Minggu, 21 September 2025 09:10 WIB
Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Perairan Indonesia 21–24 September!
Ilustrasi. (foto: BPBD Jogja)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang akan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 21 hingga 24 September 2025.

Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang dapat berdampak serius terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas maritim.

Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 4–20 knot.

Baca Juga:
Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin umumnya bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan lebih tinggi, yaitu 6–25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, dan Laut Arafuru," jelas BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (21/9/2025).

BMKG merinci bahwa wilayah dengan potensi gelombang sedang (1,25–2,5 meter) meliputi:

- Selat Malaka bagian utara

- Samudra Hindia barat Aceh

- Samudra Hindia barat Kep. Nias

- Laut Sumbawa, Laut Bali

- Selat Karimata bagian utara dan selatan

- Selat Makassar (bagian utara, tengah, dan selatan)

- Laut Maluku, Laut Banda

- Samudra Pasifik utara Maluku

- Laut Arafuru bagian timur, tengah, dan barat

Sementara itu, wilayah yang diprediksi mengalami gelombang sangat tinggi (2,5–4 meter) antara lain:

- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai

- Samudra Hindia barat Bengkulu

- Samudra Hindia barat Lampung

- Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur

- Samudra Hindia selatan Bali, NTB, dan NTT

BMKG menekankan bahwa gelombang tinggi ini dapat mengancam keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal kecil dan moda transportasi laut lainnya.

Berikut klasifikasi risiko berdasarkan jenis moda transportasi laut:

- Perahu Nelayan: berisiko jika kecepatan angin >15 knot dan gelombang >1,25 m

- Kapal Tongkang: berisiko jika angin >16 knot dan gelombang >1,5 m

- Kapal Ferry: berisiko jika angin >21 knot dan gelombang >2,5 m

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar area yang berpeluang mengalami gelombang tinggi diimbau agar tetap waspada, serta mengikuti informasi cuaca terkini dari BMKG," tegas lembaga tersebut.

Selain pola angin, fenomena Siklon Tropis Co-May yang terdeteksi di utara wilayah Indonesia juga menjadi salah satu faktor pemicu gelombang tinggi.

Siklon ini menambah potensi peningkatan aktivitas gelombang di beberapa wilayah, terutama di perairan terbuka.

Gelombang tinggi yang berpotensi terjadi hingga 24 September 2025 ini patut menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan, pelaku usaha logistik laut, dan operator transportasi penyeberangan.

BMKG terus memperbarui informasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini demi keselamatan bersama.

Pantau informasi resmi BMKG atau kunjungi situs resminya untuk update terkini seputar cuaca dan peringatan dini.*

(in/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sukabumi Diguncang Gempa M 3,8, BMKG Catat 30 Kali Susulan Hingga Pagi Ini
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Minggu 21 September 2025: Sebagian Besar Wilayah Cerah
Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Minggu 21 September 2025: Seluruh Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Minggu 21 September 2025: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan hingga Petir
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Minggu 21 September 2025: Hujan Ringan di Beberapa Wilayah
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Minggu 21 September 2025:  Mayoritas Wilayah Cerah dan Cerah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru