Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Warga yang tinggal di Lorong Proyek, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, dikejutkan oleh aksi penyerangan brutal yang terjadi dua kali dalam dua hari berturut-turut.
Sekelompok pemuda diduga menyerang permukiman padat penduduk itu dengan bom molotov, senjata tajam, dan senapan angin pada Kamis (2/10) dan Jumat dini hari (3/10).
Aksi penyerangan terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan bom molotov dilempar ke arah rumah-rumah warga.
Baca Juga:
Salah satu bom mendarat di lantai dua rumah warga dan memicu kobaran api, sementara warga tampak panik berusaha memadamkannya dengan air dan kain basah.
"Orang itu sudah melempar molotov untuk membakar rumah. Kami semua langsung berusaha mematikan apinya," ujar Ade, salah satu warga setempat, Sabtu (4/10/2025).
Ade menjelaskan bahwa serangan pertama terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB, dan disusul serangan kedua pada Jumat dini hari.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 30 orang menyerbu permukiman mereka secara tiba-tiba.
"Kami enggak ada perlawanan. Enggak ada orang ribut, enggak ada yang berperang. Mereka datang sendiri, ramai-ramai, langsung merusak rumah dan barang-barang," tambahnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun kebakaran besar, sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Etalase dagangan hancur, kaca jendela pecah, serta kendaraan angkutan warga rusak akibat lemparan batu dan api.
"Steling jualan hancur, kaca jendela pecah. Kami enggak bisa jualan, kendaraan rusak. Banyak kerugian," kata Ade.
Warga menduga bahwa penyerangan ini terkait dengan konflik pekerja proyek yang sedang berlangsung di sekitar wilayah mereka.
Namun, mereka menegaskan tidak ada keterlibatan dari warga setempat dan berharap tidak menjadi korban dalam konflik pihak luar.
Warga kini meminta aparat keamanan bertindak cepat untuk mengusut dan menangkap para pelaku agar insiden serupa tidak terulang.
"Kami cuma mau aman. Kalau ada masalah, selesaikan sendiri, jangan libatkan kami. Kami jadi korban," tutup Ade.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun motif pasti di balik penyerangan tersebut.*
(tm/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.