Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
MEDAN— Forum Diskusi Sumatera Utara (FORDISSU) menyuarakan sikap tegas terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Gemilang Indah Sentosa (GIS) terkait hak-hak buruh dan potensi kerugian negara. Aksi damai digelar, Senin (27/10/2025) di depan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan dilanjutkan ke Mapolda Sumut. Sayangnya, aksi itu tidak mendapat sambutan dari pejabat di kedua institusi penegak hukum itu.
Koordinator Daerah FORDISSU Sumut, Faidul Anwar menegaskan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap nasib pekerja dan dorongan agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran serius oleh PT GIS.
Baca Juga:"Ketika hak buruh diduga dirampas, kami tidak akan diam. Kami akan terus membersamai kawan-kawan buruh sampai mereka mendapatkan haknya," ujar Faidul Anwar dalam orasinya.
FORDISSU menyoroti dugaan manipulasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan status usaha mikro/kecil (UMKM) yang diduga disalahgunakan oleh perusahaan untuk menekan kewajiban upah dan menghindari pajak. Menurut mereka, tindakan ini berpotensi merugikan negara dan melanggar prinsip transparansi usaha.
Selain itu, FORDISSU mengungkap dugaan pemotongan upah yang merugikan pekerja, pengingkaran perjanjian kerja, tidak dibayarkannya kompensasi bagi buruh kontrak, serta dugaan ratusan sertifikasi satpam palsu, di mana hanya 57 dari 714 ijazah dinyatakan sah oleh pihak berwenang.
Dalam tuntutannya, FORDISSU memintaKejati Sumut memanggil dan memeriksa Direksi PT GIS terkait dugaan manipulasi perizinan dan pelanggaran ketenagakerjaan, menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan tindak pidana perusahaan. Kemudian,Dirjen Pajak dan BKPM menelusuri dugaan penghindaran kewajiban pajak, dan Polda Sumut mengusut dugaan sertifikasi satpam palsu.
Aksi FORDISSU di Mapolda Sumut berlangsung lebih dari satu jam di tengah hujan, namun tidak ada pejabat yang menemui massa. Koordinator FORDISSU menyatakan kekecewaan terhadap layanan publik yang dinilai buruk.*
(m/006)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
PADANG LAWAS Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padang Lawas mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Gan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Suara lirih namun tenang itu keluar dari Dr. Badjora Muda Siregar, dokter bedah senior berusia 87 tahun, sesaat setelah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL